Opini
Beranda » Jalan Ke Tiga Prabowo 

Jalan Ke Tiga Prabowo 

Ronald Reagen, Aktivis dan pengamat masyarkat sipil/dipatriot.

Ketika teori ini kita benturkan ke realitas material Indonesia, yang kita temukan adalaj kontradiksi yang terlihat seperti aib pertumbuhan. Misalnya, Indonesia berusaha Menjaga defisit anggaran tetap rendah di angka 1,8 hingga 2,4 persen demi mematuhi ortodoksi fiskal global, sementara di saat yang sama mendanai program populis yang luar biasa mahal seperti makan gizi gratis. Bukankah ini terkesan ilusi matematika ekonomi? Ya silahkan para ahli ekonomi yang berpendapat dan menghitung. Tapi Dari kacamata ekonomi-politik Marxis, jaring pengaman sosial ini berfungsi tak lebih dari sekadar biaya reproduksi tenaga kerja (cost of reproduction of labour power) seperti yang dijelaskan Marx dalam Kapital: Sebuah Kritik Ekonomi Politik Buku I, yang ditanggung negara agar kaum pekerja tetap sehat dan mampu terus dieksploitasi oleh kapital, sekaligus sebagai katup penyelamat untuk mencegah meletusnya pergolakan kelas akibat pemiskinan struktural.

Tanpa ada keberanian untuk melakukan restrukturisasi pajak yang progresif terhadap kelompok super kaya, negara dipastikan akan mengambil jalan pintas yang opresif, yakni; memperluas basis pajak rakyat kecil melalui kenaikan PPN atau menambah utang luar negeri, walaupun tempo Hari Purbaya dengan bahasa ancaman untuk memerintahkan orang kaya memindahkan uangnya kedalam negeri, tapi kita masih menunggu kabar baik dari hal ini.

Sisi lain Inilah bahayanya dari pendekatan jalan Ketiga ala Giddens. Secara praktis pendekatan Giddens memiliki watak aslinya yang mendua; di satu sisi ia menolak fundamentalisme pasar dalam retorika, tetapi tunduk pada disiplin pasar dalam eksekusi anggaran, yang pada akhirnya kembali memeras nilai lebih (surplus value) dari kelas pekerja dan kelas menengah yang posisinya justru sedang merosot.

<< 1 2 3 4 5 6 7 >>

Laman: 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement