Lebong, dipatriot.com — Pemerintah Kabupaten Lebong secara resmi menggelar uji kelayakan dan kepatutan bagi calon Inspektur Daerah pada Selasa (27/10/2026). Tiga pejabat internal lingkup Pemkab Lebong maju sebagai kandidat dalam seleksi yang diklaim ketat dan profesional ini, demi menjamin mekanisme meritokrasi dalam mengisi posisi strategis tersebut .
Pelaksanaan seleksi berlangsung tertutup di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Sekda Lebong, Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si., didampingi Asisten I Setda Lebong, Reko Haryanto, S.Sos., M.Si., serta Kepala BKPSDM Lebong, Adib Ropik, S.Sos., beserta tim penguji lainnya . Kehadiran pimpinan tertinggi birokrasi daerah tersebut menandakan betapa krusialnya posisi Inspektur bagi pengawasan internal pemerintah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ketiga kandidat yang memperebutkan kursi Kepala Inspektorat tersebut adalah Riswan Effendi, S.E., M.M., Dani Arizon, S.Sos., M.AP., dan Sumitro, S.Sos. . Riswan Effendi diketahui merupakan salah satu Kepala Bidang di Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong. Sementara itu, dua pesaingnya berasal dari lingkungan internal Inspektorat sendiri, yakni Dani Arizon yang saat ini menjabat sebagai Irban III, dan Sumitro yang menjabat sebagai Irbansus .
Dalam keterangannya kepada awak media usai memimpin tes, Sekda Syarifudin menegaskan bahwa uji kelayakan ini bukan sekadar formalitas administratif. Pihaknya secara spesifik menyaring figur yang memiliki rekam jejak bersih, kompetensi mumpuni, serta integritas tinggi. Hal ini didasari oleh posisi Inspektorat yang berfungsi sebagai benteng utama pengawasan internal pemerintahan, khususnya dalam mengawal transparansi pengelolaan keuangan daerah .
“Inspektur Daerah adalah benteng utama dalam pengawasan internal pemerintahan kita. Oleh karena itu, melalui tes uji kelayakan ini, kami ingin memastikan siapa pun yang terpilih nanti benar-benar memiliki kapasitas yang mumpuni, paham regulasi, dan berani menegakkan aturan demi mewujudkan good governance di Kabupaten Lebong,” tegas Syarifudin .
Sekda juga menambahkan bahwa penilaian dalam uji kelayakan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis pengawasan. Tim penguji turut mendalami sejauh mana kesiapan, visi, dan misi para kandidat dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan Pemkab Lebong . Meski demikian, ia memastikan bahwa uji kelayakan ini belum menjadi tahapan akhir. Masih terdapat proses lanjutan yang akan menentukan siapa kandidat paling berkompeten untuk dilantik.
Dengan digelarnya seleksi terbuka ini, Pemkab Lebong setidaknya berupaya menegakkan prinsip meritokrasi dalam birokrasi. Masyarakat kini menanti apakah proses lanjutan akan berjalan sejalan dengan semangat transparansi yang digaungkan, atau justru kembali terjebak pada pragmatisme politik birokrasi. Publik berharap sosok Inspektur terpilih nantinya akan memikul beban berat sebagai pengawas internal pertama yang harus berani menegur jika ada penyimpangan di lingkungan pemerintahannya sendiri. (4W1D)


Komentar