Nasional Opini
Beranda » PERUBAHAN

PERUBAHAN

Ronald Reagen, Aktivis dan pengamat masyarkat sipil/dipatriot.

​Jadi, apa yang kita pahami sebagai perubahan adalah sesuatu yang tidak terelakkan. Salah satu negara yang sangat sadar akan hal ini adalah China. Lihat bagaimana akselerasi penerapan mata uang digital nasional (e-CNY) yang hampir sepenuhnya menggeser uang kertas. China tidak mau salah dan kalah langkah dari dominasi sistem keuangan Barat dan teknologi swasta. China sadar bahwa kunci bertahan hidup adalah menguasai teknologi dan arus perubahan. Bukankah China salah satu negara yang sangat patuh pada hukum Dialektika?
​
​Perubahan adalah tindakan aktor itu sendiri telah lama di sebutkan didalam Al-Quran pada surah Ar Ra’du ayat 11; ” Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

​Pada surah di atas, Luar biasanya al-quran mempurifikasi Hukum Diealektika kedalam pemahaman Dialektika yang materialisme sekaligus tauhid. Dialektikanya adalah tindakan suatu kaum, aktor untuk mengubah, melakukan, gerakan untuk sampai di posisi kemajuan. ​Materialismenya adalah keadaan suatu kaum, Kesadaran dalam menganalisis, membedah kondisi, pemahaman akan situasi kongkrit. ​Tauhidnya adalah kepercayaan pada sisi Qadarullah, bahwa setelah melakukan tindakan/gerakan atas dasar pengetahuan, pemahaman akan kondisi diri, kongkrit. masuknya aktor kedalam posisi berserah diri. Bahwa semua perubahan terjadi atas dasar izin Allah SWT.

​Penyelarasan ini secara fundamental membedakan dialektika Islam dari Dialektika Materialisme historis ala Marxian. Islam tidak mengadopsi materialisme sebagai dogma bahwa materi adalah satu-satunya realitas, melainkan menggunakannya secara metodologis sebagai pisau analisis untuk membaca sunnatullah, yakni hukum-hukum sebab-akibat objektif yang bekerja di alam dan sejarah manusia. Kondisi material, struktur ekonomi, dan realitas teknologi dipahami sebagai medan ikhtiar (asbab) tempat manusia bertindak sebagai khalifah.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka
<< 1 2 3 4 5 6 7 8 >>

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement