Nasional Opini
Beranda » PERUBAHAN

PERUBAHAN

Ronald Reagen, Aktivis dan pengamat masyarkat sipil/dipatriot.

​Membawa Heraclitus kedalam wacana perubahan sama halnya menterjemahkan hidup kedalam hukum gerakan. Bahwa setiap tindakan akan melahirkan sifat baru. Kehilangan energi akan memunculkan energi baru. Kebaruan adalah hal utama dari wacana-wacana dialektis. Tidak ada yang menetap di satu tempat. Semua akan mengalir. Marxisme mendapatkan benturan internal dari model kerja serta penyesuaian kebudayaan, dan bisa jadi ditinggalkan/ternegasi, lalu melahirkan post marxsime. Keynes inegasikan lalu melahirkan post keneysian. Moralitas dalam pemahaman Imanuel Kant yang menolak ontologi, tetapi kewajaran yang lahir dari dari Ontologi di jelaskan ulang oleh satre.

​Dialektika yang diusung oleh Heraclitus ini menemukan bentuk matangnya saat Georg Wilhelm Friedrich Hegel merumuskannya sebagai gerak triadik, yang sekarang akrab dengan kita sebagai tiga siklus yang terus berputar, membentuk sesuatu, lalu dihancurkan dan membentuk yang baru, dalam format “tesis, antitesis, dan sintesis”. Secara sederhana, tatanan ini bisa kita terjemahkan dalam penjelasan bahwa tidak ada satu pun gagasan atau sistem yang berdiri mutlak; ia selalu melahirkan pertentangan nya sendiri untuk kemudian naik ke tingkatan bentuk baru yang lebih kompleks. Karl Marx lalu membawa gerak gagasan ini turun dari langit ke bumi, menjadikannya dialektika materialisme. Maka, fenomena penegasan dan pembalikan struktur zaman bukan lagi sekadar wacana metafisik di dunia ide ( Gerak roh). Melalui usaha-usaha Feurbach, gerak roh atau dunia ide tersebut dijelaskan secara material, melahirkan hukum objektif yang bekerja secara teknis dalam materialitas sejarah, ekonomi, dan cara manusia mempertahankan hidupnya.

​Emas sedari awal dijadikan alat tukar, kemudian di geser oleh Fiat money/ money Printing, Fiat money/money printing kemudian perlahan di geser lalu diarahkan menuju Digital Currency dan Central Bank Digital Currency (CBDC). Nilainya dalam pemahaman apapun bukan lagi sesuatu yang bisa kita tetapkan esensi dalam kadar yang sama seperti semula.

<< 1 2 3 4 5 6 7 8 >>

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement