Perhatikan dua hal yang dirampok sekaligus, yaitu pekerja dan tanah. Inilah letak kekuatan analisis Marx. Ia menyatukan keadilan sosial dan keadilan ekologis dalam satu tarikan napas. Kerusakan alam dan penindasan manusia berasal dari akar yang sama, yaitu logika sistem yang hanya mengejar keuntungan.
Retakan ini juga bersifat global. Marx menunjuk fakta bahwa tanah Inggris yang lelah harus dipupuk dengan kotoran burung dari Peru di seberang lautan. Pertanian tidak lagi mampu menopang dirinya sendiri. Ia menjadi bergantung pada pasokan dari tempat jauh. Gambaran ini terasa sangat akrab dengan dunia kita sekarang.
Banyak orang mengira keberlanjutan adalah ide baru dari akhir abad kedua puluh. Foster menunjukkan benih gagasan itu sudah ada pada Marx. Marx menyerap pemikiran para penulis zamannya yang berkata manusia hanyalah peminjam dari bumi.
Logikanya jelas. Kalau manusia mengambil dari tanah tanpa membayar kembali, ia menumpuk utang. Tanah pada akhirnya akan menagih. Salah satu kalimat yang dikutip Foster berbunyi bahwa manusia hanya penyewa tanah, dan ia berbuat salah jika menurunkan nilai tanah itu bagi penyewa berikutnya yang akan datang.
Marx bahkan menulis gagasan yang sangat maju untuk zamannya. Menurutnya, tidak ada satu pun masyarakat yang benar-benar memiliki bumi. Masyarakat hanya menjaganya sementara. Mereka wajib mewariskan bumi dalam keadaan baik kepada generasi sesudahnya. Ini hampir persis dengan definisi pembangunan berkelanjutan yang kita pakai hari ini.
Kalau ekologi Marx begitu kuat, mengapa dunia lama tidak mengetahuinya? Foster menjawab pertanyaan ini di epilog bukunya. Jawabannya menyedihkan.
Setelah Marx meninggal, gagasan ekologisnya perlahan hilang. Di Uni Soviet, materialisme berubah menjadi versi yang lebih kaku dan mekanis. Para ahli ekologi Rusia yang cemerlang pada 1920-an justru ditumpas pada era Stalin. Salah satu tokohnya, Nikolai Bukharin, menulis karya mendalam tentang hubungan masyarakat dan alam, tetapi naskahnya disembunyikan di arsip paling rahasia dan baru ditemukan puluhan tahun kemudian.


Komentar