Bagaimana bisa? Selama berabad-abad, pandangan dunia yang berkuasa bersifat memusatkan segalanya pada manusia. Bumi dianggap pusat alam semesta. Semua makhluk diciptakan terpisah dan diatur dalam tingkatan tetap, dengan manusia di posisi istimewa. Pandangan ini disebut antroposentrisme, yaitu menempatkan manusia sebagai pusat segala hal.
Lalu sains datang dan menggoyang gambaran itu satu per satu. Bumi ternyata bukan pusat alam semesta. Waktu dan ruang ternyata sangat luas dan dalam. Manusia ternyata berbagi nenek moyang dengan kera lewat pohon evolusi yang sama. Setiap penemuan ini menggeser manusia dari kursi istimewanya.
Hasilnya justru penting bagi ekologi. Manusia tidak lagi bisa dianggap berdiri di luar atau di atas alam. Manusia adalah bagian dari alam. Yang penting kemudian bukan dominasi manusia, melainkan bagaimana hubungan timbal balik antara manusia dan dunia tempat ia hidup.
Buku ini disusun di sekitar dua materialis terbesar abad kesembilan belas, yaitu Marx dan Darwin. Foster menempatkan Marx sebagai fokus utama, tetapi Darwin punya peran besar.
Teori evolusi Darwin memperkuat pandangan materialis. Evolusi menunjukkan bahwa keragaman makhluk hidup tidak butuh perancang dari atas. Spesies berubah melalui proses panjang seleksi alam. Marx sendiri memuji Darwin karena dianggap mematikan gagasan bahwa alam digerakkan oleh tujuan ilahi.
Yang sering dilupakan, kata Foster, adalah pelajaran lanjutannya. Seperti ditegaskan Rachel Carson, banyak orang menerima fakta evolusi tetapi menolak konsekuensinya. Konsekuensinya begini: manusia tunduk pada pengaruh lingkungan yang sama dengan ribuan spesies lain. Kita tidak kebal. Kita terhubung dengan jaring kehidupan yang lebih besar.
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling konkret dan paling kuat dari buku ini. Ceritanya dimulai dari tanah dan makanan.
Pada abad kesembilan belas, seorang ahli kimia Jerman bernama Justus von Liebig mempelajari kesuburan tanah. Ia menemukan bahwa tanaman menyerap zat hara tertentu dari tanah, seperti nitrogen dan fosfat. Kalau zat itu terus diambil tanpa dikembalikan, tanah akan miskin dan rusak.


Komentar