Jika proyek ini benar-benar terealisasi, manfaatnya akan sangat besar bagi kemajuan Lebong. Namun jika kembali mangkrak, dampaknya bukan hanya soal listrik yang tidak kunjung menyala, melainkan juga hilangnya kesempatan emas bagi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Lebong yang sangat membutuhkan pendapatan daerah dari sektor energi baru terbarukan ini.
Catatan Redaksi
Proyek PLTP Hululais adalah cerminan dari bagaimana sebuah potensi besar bisa berubah menjadi cerita pahit akibat birokrasi yang lamban dan ketidakpastian yang berkepanjangan. Kini, setelah lebih dari satu dasawarsa berlalu sejak proyek ini dicanangkan pada 2009, rakyat Lebong masih menunggu.
Apakah tahun 2027 atau 2028 akan menjadi tahun kebangkitan energi bersih di Bumi ” Swarang Patang Stumang” ini, atau sekadar menjadi mimpi lain yang tertunda? Waktu yang akan menjawab, tetapi yang jelas, bola panas ini kini berada di tangan PLN dan PGE untuk menunjukkan keseriusan mereka.
Pemerintah Kabupaten Lebong harus segera meminta komitmen tertulis dan jadwal pasti yang mengikat dari PLN. Jangan sampai rakyat kembali menjadi korban dari janji-janji yang tidak pernah terealisasi. (Red/dpt)


Komentar