Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Kabupaten Lebong akan kebanjiran pendapatan. Berdasarkan aturan yang berlaku, begitu PLTP Hululais resmi beroperasi dengan target Commercial Operation Date (COD) yang diproyeksikan akhir 2027 atau awal 2028, Kabupaten Lebong akan mendapatkan dua sumber pendapatan utama sekaligus.
Kedua sumber pendapatan tersebut merupakan hak mutlak daerah penghasil sesuai dengan regulasi transfer pusat ke daerah dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi.
1. Dana Bagi Hasil (DBH) Panas Bumi
Berdasarkan peraturan resmi yang termuat dalam situs Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, total DBH dari sektor Panas Bumi yang diserahkan ke wilayah provinsi terkait mencapai 80 persen dari total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetorkan perusahaan ke kas negara.
Dari total porsi 80 persen untuk daerah tersebut, alokasinya sangat spesifik:
· 32 persen langsung masuk ke kas Kabupaten Lebong sebagai daerah penghasil (locus).
· 32 persen dibagi merata ke kabupaten/kota lain dalam satu Provinsi Bengkulu sebagai daerah pemerataan.
· 16 persen masuk ke kas Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Dengan kapasitas produksi terpasang 110 MW, estimasi jumlah uang yang didapat Kabupaten Lebong dari DBH diperkirakan berkisar antara belasan hingga puluhan miliar rupiah setiap tahunnya, tergantung pada volume uap atau listrik yang terjual serta harga tarif yang disepakati.
Sebagai gambaran konkret berdasarkan data proyek serupa di daerah lain, PLTP Ulubelu Gunung Tiga dengan kapasitas 55 MW di Kabupaten Tanggamus, Lampung, memiliki potensi tambahan PNBP dan bonus produksi mencapai Rp34,5 miliar per tahun. Sementara itu, proyek PLTP Patuha Unit 2 dengan kapasitas 55 MW di Kabupaten Bandung bahkan mampu menghasilkan potensi PNBP dan bonus produksi hingga Rp95,1 miliar per tahun.
Dengan kapasitas 110 MW yang dua kali lipat dari proyek pembanding tersebut, potensi pendapatan yang hilang dari Lebong selama proyek mangkrak sejak 2018 hingga sekarang bisa mencapai angka yang sangat menggiurkan sekaligus menyakitkan untuk dilewatkan begitu saja.


Komentar