Nasional Opini
Beranda » Membaca Ulang Civil (Disobedience Membangkang Dengan Hati Nurani)

Membaca Ulang Civil (Disobedience Membangkang Dengan Hati Nurani)

Erwin Basrin Direktur Eksekutif AKAR Foundation

Negara seperti itu, akunya, belum pernah ia lihat di mana pun. Tetapi ia percaya negara itu mungkin ada suatu hari. Perjalanan dari monarki absolut menuju monarki terbatas, lalu menuju demokrasi, menurutnya adalah langkah maju menuju penghargaan pada manusia sebagai pribadi. Pertanyaannya, beranikah kita melangkah lebih jauh lagi?

Civil Disobedience ditulis hampir dua abad lalu. Namun gagasannya menyebar jauh melampaui zamannya. Mahatma Gandhi membacanya dan memakai prinsip itu dalam perjuangan tanpa kekerasan melawan penjajahan. Martin Luther King Jr. juga mengakui pengaruh Thoreau dalam gerakan hak-hak sipil di Amerika.

Pesan intinya sederhana. Hukum dan keadilan tidak selalu sama. Ketika keduanya bertentangan, manusia punya tanggung jawab untuk memilih keadilan. Pilihan itu mungkin mahal. Bisa berarti kehilangan kenyamanan, harta, bahkan kebebasan untuk sementara. Thoreau tidak menutupi harga itu. Ia justru membayarnya sendiri dengan semalam di penjara.

Ada satu hal yang perlu dicatat dengan jujur. Thoreau menulis untuk konteks tertentu, soal perbudakan dan perang yang menurutnya jelas-jelas salah. Ia tidak mengajak melanggar setiap aturan yang tidak disukai. Yang ia tuntut adalah keberanian menolak ikut serta dalam ketidakadilan yang nyata dan berat. Garis itu penting agar gagasannya tidak disalahpahami sebagai izin berbuat semaunya.

Civil Disobedience adalah ajakan untuk berpikir sendiri. Thoreau tidak ingin pembacanya menjadi mesin yang patuh tanpa bertanya. Ia ingin setiap orang memakai hati nuraninya sebagai pemandu, bukan suara terbanyak, bukan pula rasa takut.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Dengan membaca tulisan ini hari ini, kita diajak menimbang ulang sikap kita sendiri. Kapan kita patuh karena yakin benar? Kapan kita patuh hanya karena takut atau malas berpikir? Thoreau tidak memberi jawaban yang nyaman. Ia hanya memastikan satu hal: pertanyaan itu layak kita ajukan, lalu kita jawab dengan jujur.

” Susunan Kata dan Kalimat Asli Karya Penulis Tanpa ada perubahan apapun dari Redaksi”

Penulis adalah Founder serta Direktur Eksekutif Akar Global Inisiatif ( AGI) Saat ini Berdomisili di kota Bengkulu

<< 1 2 3 4 5 6 >>

Laman: 1 2 3 4 5 6

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement