EDITORIAL
Beranda » MAKNA KEMERDEKAAN, TAPI RAKYATNYA BELUM MERDEKA DARI HAUS DAN KETAKUTAN

MAKNA KEMERDEKAAN, TAPI RAKYATNYA BELUM MERDEKA DARI HAUS DAN KETAKUTAN

Pertama, alokasikan anggaran yang memadai untuk PDAM TTE Lebong. Jangan biarkan perusahaan pelat merah ini mati suri sementara rumah dinas pejabat direnovasi mewah dan Hibah ke Instansi vertikal.

Kedua, tuntaskan kasus dugaan korupsi di PDAM TTE. Kembalikan uang rakyat yang telah dikorupsi, dan hukum para pelaku dengan seberat-beratnya.

Ketiga, pastikan proyek irigasi berfungsi optimal. Selesaikan rehabilitasi dan bangun infrastruktur pendukung agar petani tidak lagi bergantung pada musim.

Keempat, awasi distribusi pupuk subsidi dengan ketat. Tindak tegas oknum yang menjual di atas HET atau melakukan pungutan liar. Sosialisasikan HET kepada seluruh petani.

Kemerdekaan bukan sekadar seremoni dan bendera. Kemerdekaan adalah ketika air mengalir di keran rumah warga, ketika padi tumbuh subur di sawah, ketika petani tersenyum bukan menangis di musim panen.

Mengawal Harapan di Tengah Gelombang Aksi dan Dinamika Birokrasi: Catatan Akhir Agustus 2026 dari Jakarta, Bengkulu dan Lebong

Jika empat tuntutan ini tidak dijawab, maka Hari Kemerdekaan ke – 81 hanyalah sandiwara tahunan belaka. Rakyat Lebong sudah terlalu lama menunggu. Jangan biarkan mereka menunggu lebih lama lagi.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. 🇮🇩
Merdeka atau Mati.🇮🇩

<< 1 2 3 4 >>

Laman: 1 2 3 4

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement