Oleh: Redaksi Dipatriot.com
Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia seharusnya menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang bangsa dalam memenuhi janji kemerdekaan: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, kemerdekaan itu terasa pahit. Redaksi, dipatriot.com, menerbitkan berita Editorial khusus di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 81 dengan mengangkat isu, tiga persoalan dasar, air bersih dan pupuk subsidi serta air irigasi untuk musim tanam tahun ini hingga kini masih menjadi mimpi buruk yang menghantui rakyat, sementara para pemimpin daerah tampak sibuk dengan urusan yang jauh dari hajat hidup orang banyak.
AIR BERSIH: GAGAL TOTAL DI TANGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBONG
Sejak Bupati pertama Lebong menjabat hingga saat ini, akses air bersih melalui PDAM Tirta Tebo Emas (TTE) tak kunjung membaik. Bahkan, ironisnya, kondisi ini semakin memprihatinkan. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), PDAM TTE Lebong berstatus “sakit” . Sebuah status yang tidak main-main menunjukkan bahwa badan usaha milik daerah yang seharusnya menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan air bersih ini nyaris kolaps.
Namun, alih-alih diselamatkan dengan suntikan anggaran, PDAM TTE justru tidak mendapatkan alokasi APBD 2026. Pemerintah Kabupaten Lebong dan DPRD memilih mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk rehabilitasi rumah dinas bupati dan ruang paripurna DPRD dan hibah ke instansi vertikal. Sungguh sebuah prioritas yang terbalik kemewahan pejabat di atas kebutuhan dasar rakyat.
Keputusan ini menuai kritik tajam. Tokoh, dan Aktivis Lebong, Arwan Basirin, menegaskan, “Air bersih itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Sangat ironis ketika pelayanan publik diabaikan, sementara fasilitas elite justru dianggap lebih mendesak”.


Komentar