Elko, juga menyoroti pentingnya koordinasi antara kejaksaan, kepolisian, dan pihak-pihak terkait dalam penanganan kasus korupsi. “Jangan sampai kasus-kasus ini hanya menjadi tumpukan berkas tanpa ada tindakan nyata. Ini akan semakin merusak kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum,” tambahnya.
Meskipun aksi berjalan dengan relatif aman dan tertib, ketegangan tetap terasa di sepanjang jalannya demonstrasi. Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat ini tampak serius memperjuangkan tuntutan mereka, sementara aparat keamanan berupaya menjaga situasi tetap kondusif.
Selepas Aksi, Kadeng menekankan tenggat waktu satu bulan yang diberikan FAAL, publik kini menanti langkah konkret dari Kejaksaan Negeri Lebong. “Pertanyaan besarnya, akankah kasus-kasus kami sampaikan tadi, yang sudah bertahun-tahun mengendap ini akhirnya menemukan titik terang, atau aksi lebih besar dan tidak berkesudahan di kabupaten Ini” tegas, Kadeng
Ia mengingatkan Satu hal yang pasti, gerakan FAAL mencoba membangkitkan perlawanan dan kesadaran masyarakat Lebong akan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara. ” Seperti yang diserukan Baim tadi, pertanyaan besar tetap menggantung: 20 tahun ke depan, Lebong mau ke mana? tutup Kadeng. (4W1D)


Komentar