Lebong, dipatriot.com – Forum Aksi Aktivis Lebong (FAAL) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong pada Selasa (1/9/2026). Dalam aksi yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut, puluhan massa dari berbagai elemen pemuda dan aktivis mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti sejumlah dugaan perkara korupsi yang dinilai belum mendapat penanganan secara tuntas.
Aksi yang dipusatkan di halaman depan Kejari Lebong ini mendapat pengawalan ketat dan humanis dari pihak Kepolisian Resor Lebong, berlangsung dengan tertib meskipun dalam keadaan terik matahari. Petugas kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi terlihat sigap melakukan pengawasan ketat di sepanjang jalan menuju lokasi.
Sembilan Tuntutan Dan Tiga Tuntutan Utama Massa Aksi
Koordinator lapangan aksi, Abdul Kadir yang akrab disapa Kadeng, dalam orasinya menyampaikan tiga tuntutan utama yang menjadi fokus perjuangan FAAL. Pertama, penuntasan kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebong yang sudah berlangsung lama. Kedua, kasus pungutan liar (pungli) dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah mengendap memasuki tahun ketiga tanpa kejelasan. Ketiga, persoalan pungli dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pengangkatan kepala sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong tahun 2026.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara dan menghambat pembangunan di Bumi Swarang Patang Stumang ini. Sudah tiga tahun kasus P3K, PDAM ini mengendap, dan masyarakat Lebong masih menanti keadilan,” ujar Kadeng dengan suara lantang di hadapan puluhan massa yang turut memadati area sekitar Kejari Lebong.


Komentar