Wilyan Bachtiar: Kami punya dua orang staf yang lolos seleksi sertifikasi SDM Bidang Tehnik tahun 2026. Itu bukti komitmen kami. Perusahaan bahkan akan berpartisipasi dalam PON Perpamsi di Kalimantan pada Oktober—sebuah pengakuan di tingkat nasional bahwa kami ada dan bersaing.
dipatriot.com: Kami luruskan, Pak. Anda bicara optimisme, tapi fakta di lapangan berkata lain. Bupati Lebong pernah menggebrak meja saat inspeksi mendadak ke kantor PDAM pada Mei 2025 karena kecewa dengan pelayanan dan kedisiplinan staf. Masih banyak warga mengeluh air tidak mengalir dan kualitasnya keruh. Apa tanggapan Anda?
Wilyan Bachtiar: Iya, saya luruskan itu di zamannya Direktur lama dan Manajemen yang lama juga. Dan saya tidak bisa menutup mata. Pasokan air masih menjadi PR besar. Kami akui, di lapangan masih banyak keluhan. Saya akan paparkan satu pe satu isu kritis yang kami hadapi.
Pertama, penyadapan ilegal. Di wilayah Sungai Gerong, Sukarajo, dan Selebar yang sumber airnya dari uram, terdapat pipa transmisi 8 inci dengan tiga titik penyadapan ilegal 2 inci di Kota Baru, Bentangur, dan Pangkalan. Ini menyebabkan penurunan debit secara signifikan. Solusi jangka pendek kami, akan dipasang katup buka-tutup di tiga titik ilegal itu. Katup akan ditutup menjelang atau sesudah Magrib untuk mendorong air ke daerah yang membutuhkan.


Komentar