Nasional Opini
Beranda » Starting Level

Starting Level

Fitrah Insani, Penulis Dan Mantan Pengurus Cabang HMI Bengkulu

Bagi Kaesang, kegagalan adalah eksperimen. Bagi si buruh, kegagalan bisa berarti kehilangan tabungan hidup, terlilit utang, atau kembali ke titik nol setelah bertahun-tahun berjuang, tidak hanya itu, bahkan ia terancam depresi jika usahanya gagal, karena jika gagal resikonya terlalu besar untuk ia dihadapi.

Ketika orang yang lahir di lantai sepuluh gedung mengatakan kepada orang yang memulai dari ruang bawah tanah bahwa mereka sama-sama hanya perlu “berusaha lebih keras”, sering kali yang sedang berbicara bukanlah kebijaksanaan, melainkan ketidakmampuan memahami starting level yg berbeda.

Karena itu, ketika ada orang kaya yang menyimpulkan bahwa kemiskinan semata-mata disebabkan kemalasan, sebenarnya ia sedang bermaksud menunjukkan kehebatan dirinya, namun sejatinya ia hanya menunjukkan keterbatasan cara pandang

Imunitas kaum kaya

Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu memberikan pelajaran menarik tentang arti kekayaan dan keamanan ekonomi.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Banyak orang yang merasa dirinya sudah mapan karena memiliki aset miliaran rupiah. Mereka memiliki restoran, toko di pusat perbelanjaan, hotel, atau berbagai bentuk usaha lain. Sebelum pandemi, mereka merasa telah mencapai zona aman.Lalu wabah datang.

Aktivitas ekonomi berhenti. Konsumen menghilang. Pendapatan turun drastis. Segera disusul oleh tunggakan angsuran bank. Banyak usaha yang sebelumnya terlihat kokoh ternyata hanya membutuhkan beberapa bulan krisis untuk tumbang. Bahkan situasi itu juga mengancam psikologis bagi sebagian orang menaruh nilai dirinya pada kekayaan yang mereka miliki (saat kaya, mereka merasa dirinya berharga, saat jatuh miskin ia kehilangan harga diri). Sebelum wabah, mereka awalnya cukup mapan namun harus terjun bebas, sehingga wabah saat itu tidak hanya soal nasib ekonomi namun bisa berakhir depresi.

Peristiwa itu memperlihatkan bahwa kaya tidak selalu berarti aman secara ekonomi.

Lalu muncul pertanyaan yang menarik: pada tingkat kekayaan seperti apa seseorang benar-benar relatif aman menghadapi wabah, resesi, atau krisis ekonomi?

Jawaban spekulatif nya adalah: Super Kaya.

Tiga Kandidat Bersaing Ketat Kursi Inspektur Lebong

<< 1 2 3 4 5 >>

Laman: 1 2 3 4 5

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement