EDITORIAL
Beranda » Selamat Datang, Sekda Baru: Di Antara Harapan dan Gunungan PR Kabupaten Lebong

Selamat Datang, Sekda Baru: Di Antara Harapan dan Gunungan PR Kabupaten Lebong

Proses Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah, DR. H. Syarifudin, S.Sos, M.Si Sebagai Sekda Difinitif Kabupaten Lebong Oleh Bupati Lebong, H. Azhari, SH. MH

Infrastruktur Pertanian Terbengkalai

Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Lebong. Namun, jaringan irigasi yang rusak akibat bencana menyebabkan produktivitas pertanian terganggu secara signifikan. Di tengah ancaman kekeringan yang melanda, petani kita justru berhadapan dengan sawah yang kekurangan air dan infrastruktur pengairan yang masih dalam tahap pembangunan. Kami berharap Bapak Sekda dapat memastikan pembangunan irigasi di Desa -Desa dan program-program revitalisasi pertanian lainnya berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Perusahaan Nakal dan Permasalahan CSR

Ini adalah isu yang paling memalukan dan memprihatinkan. Peraturan Daerah (Perda) tentang Corporate Social Responsibility (CSR) telah disahkan. Namun, dari 11 perusahaan yang tercatat memiliki kewajiban CSR di Lebong, hanya 2 perusahaan yang patuh (Bank Bengkulu dan PT PGE Hululais). Sembilan perusahaan lainnya jangankan menyalurkan CSR, melapor saja tidak.

Bapak Sekda pernah menegaskan bahwa pemerintah kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk menindak, termasuk menjadikannya sebagai bahan gugatan. Kami mengingatkan, ini bukan sekadar soal laporan administratif. Ini soal nyawa dan hajat hidup masyarakat. Dana CSR yang tidak tersalurkan adalah uang rakyat yang hilang, yang seharusnya bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

PT Indoarabica Mangkurajo yang Bermasalah

Salah satu dari 11 perusahaan yang “bandel” itu adalah PT Indoarabica Mangkuraja (IAM). Perusahaan ini bahkan sempat dihentikan total operasionalnya akibat tuntutan masyarakat desa penyangga (Mangkuraja, Sukasari, dan Kota Donok) yang hingga kini belum terpenuhi. Warga dan PAMAL menuntut komitmen nyata, mulai dari, pengelolaan Lingkungan hidup, transparansi hasil produksi, pengelolaan lahan plasma hingga kontribusi terhadap kesejahteraan desa.

Kami meminta Bapak Sekda untuk memastikan agar penyelesaian masalah PT Indoarabica tidak berhenti di tengah jalan. Jika perlu, evaluasi total manajemen dan hadirkan investor baru yang lebih profesional. Jangan biarkan janji-janji manis perusahaan terus bertebaran tanpa realisasi di tengah masyarakat yang menderita.

Mengawal Harapan di Tengah Gelombang Aksi dan Dinamika Birokrasi: Catatan Akhir Agustus 2026 dari Jakarta, Bengkulu dan Lebong

<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement