Bengkulu Daerah Hukum Lebong Nasional
Beranda » Pemilik Wilayah HGU Diabaikan, Kepala Desa Kutai Donok Bongkar Kecurigaan Perizinan PT IAM – Massa Siap Turun 4-5 Mei, Polisi Siaga

Pemilik Wilayah HGU Diabaikan, Kepala Desa Kutai Donok Bongkar Kecurigaan Perizinan PT IAM – Massa Siap Turun 4-5 Mei, Polisi Siaga

Viki Anuari Kades Kutai Donok

LEBONG.Dipatriot.com – Konflik sosial antara warga tiga desa penyangga dengan PT Indoarabica Mangkurajo (PT IAM) memanas menjelang aksi unjuk rasa  Perkumpulan PAMAL bersama masyarakat tiga desa penyangga HGU yang dijadwalkan pada 4-5 Mei 2026. Masyarakat Desa Kutai Donok, Sukasari, dan Mangkurajo menuding manajemen PT IAM sama sekali tidak memberikan perhatian, baik dalam bentuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun prioritas rekrutmen tenaga kerja lokal.

Yang paling menyita perhatian, Desa Kutai Donok disebut sebagai pemilik sah wilayah Hak Guna Usaha (HGU) yang selama ini menjadi lahan operasional PT IAM. Namun status hukum itu tak berbanding lurus dengan kontribusi nyata yang diterima warga.

Kepala Desa Viki Anuari Alias Vicky : Kami Pemilik HGU, Mana Kontribusinya?

Kepala Desa Kutai Donok, Vicky, angkat bicara mewakili masyarakat desanya. Dengan nada geram, ia menyatakan bahwa di era manajemen baru PT IAM saat ini, masyarakat mencurigai adanya pelanggaran serius dalam proses perizinan perusahaan.

“Selama manajemen baru ini, kami mencurigai ada ketidakberesan dalam perizinan. Hingga saat ini, belum ada kontribusi apa pun terhadap desa kami. Kami selaku pemilik wilayah HGU, seharusnya mereka berkontribusi terhadap desa kami. Padahal, kami juga ikut membantu kelancaran proses perpanjangan HGU PT IAM,” ujar Vicky kepada Dipatriot.com.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Vicky menegaskan bahwa warga tidak pernah anti-investasi. Namun keadilan harus ditegakkan. “Jangan sampai perusahaan enak-enak di atas tanah kami, tapi kami tidak merasakan apa-apa. CSR nihil, tenaga kerja dari desa sendiri tidak diprioritaskan. Ini tidak adil,” tambahnya.

Kecurigaan adanya ketidakberesan dalam perizinan HGU di era manajemen baru itulah yang menjadi pemicu utama panasnya suasana. Meski Vicky tidak merinci bentuk ketidakberesan yang dimaksud, ia mengisyaratkan ada prosedur yang diduga dilanggar, termasuk dokumen perpanjangan HGU yang tidak transparan. “Kami akan mengungkapkan di depan umum saat aksi nanti,” tandasnya.

Dua Desa Lain Juga Merasakan Terabaikan

<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement