Ia menambahkan, “Lebih cepat lebih bagus” agar anggaran bisa segera terealisasi. Jika TAPD dan legislatif sudah sepakat, langsung saya tandatangani.”
Bupati juga menekankan pentingnya kesepakatan antara eksekutif dan legislatif demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. “Tidak ada alasan untuk berbenturan atau ribut jika tujuan akhirnya adalah kepentingan bersama masyarakat,” ujarnya.
Proses Pembahasan yang Alot
Meski terkesan cepat, proses pembahasan tidaklah mudah. Sebelum kesepakatan dicapai, telah berlangsung rapat internal persiapan yang dipimpin Ketua DPRD Carles Ronsen pada Senin (10/8), dihadiri 17 dari 25 anggota DPRD. Pembahasan resmi antara Banggar DPRD dan TAPD kemudian berlangsung pada Selasa (11/8).
Carles Ronsen menjelaskan bahwa tujuan pembahasan KUA-PPAS APBD-P 2026 adalah menyelaraskan target pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah dengan perkembangan situasi ekonomi, hasil evaluasi semester pertama, serta pergeseran prioritas pembangunan agar APBD Perubahan tetap seimbang dan tepat sasaran.
“Kami menguji asas kebermanfaatan anggaran bagi masyarakat di sisa tahun anggaran, serta memastikan efisiensi dan efektivitas program infrastruktur serta pelayanan publik,” ujar Carles Ronsen.
Dua Minggu Menuju Sejarah
Arwan Basirin, Penasehat PAMAL dan sebagai Pengamat kebijakan publik Lebong, menjelaskan dengan target pengesahan paripurna pada 26 Agustus 2026, Kabupaten Lebong berada di ambang sebuah pencapaian bersejarah. Jika target ini tercapai, ini akan menjadi pertama kalinya APBD Perubahan di Lebong disahkan jauh sebelum akhir tahun, sebuah bukti nyata bahwa harmonisasi antara eksekutif dan legislatif dapat mendorong percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
” Kami selaku Masyarakat Lebong kini menantikan realisasi nyata dari anggaran yang telah disepakati, terutama pembangunan ruang publik dan kepastian bagi para ASN dan P3K. Dua minggui lagi, kita lihat benar atau tidak nya sejarah akan terukir”, tutup Arwan. (4W1D)


Komentar