Saya, ingin meloncat sedikit dari pembicaraan itu. Saya membayangkan jika situasi Masyarakat kita akhir-akhir ini banyak anggotanya mengalami depresi akibat kemiskinan (mudah-mudahan saya salah). Rendahnya penghasilan dan tingginya biaya kebutuhan pokok, membuat mereka makin tertekan. Kalangan menengah, akan mulai merasa bahwa mereka harus lebih berhemat karena penghasilannya sebelumnya cukup untuk membiayai kebutuhan rumah tangga dengan sedikit kemampuan untuk menabung, akhirnya sekarang mulai resah, karena dalam beberapa tahun belakangan ia mulai kehilangan sedikit demi sedikit tabungannya. Disisi lain, kalangan menengah beresiko kehilangan asetnya ketika mulai membuka usaha baru jika ia mendapati realitas usaha yang tidak berkembang atau bahkan gulung tikar. Sedangkan situasi masyarakat miskin akan lebih pahit lagi dengan utangnya beredar dimana-mana.
Saya perlu mengingatkan satu hal, bahwa dalam 2 ( dua ) dekade terakhir masyarakat kita mengalami perubahan yang amat besar. Perubahan yang saya maksud bahwa saat ini ketergantungan Masyarakat terhadap pemerintah semakin menguat. Situasi ini dapat dijelaskan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat bergantung kepada 2 ( dua ) hal, yang pertama ketergantungan Masyarakat kepada alam. Kedua, ketergantungan Masyarakat kepada Pemerintah.
Kita tentu tahu, bahwa Bumi yg kita tinggali ini tidak meluas sedangkan populasi manusia meningkat pesat. Hal ini berkonsekuensi bahwa tanah-tanah yang dulunya digunakan untuk kebun, sawah atau ladang, kini digunakan untuk dibuat pemukiman dan tempat-tempat usaha yang bersifat industri, karena itu tidak berlebihan kiranya untuk menyebut bahwa ketergantungan Masyarakat terhadap pemerintahan atau sistem sosial semakin menguat.


Komentar