FABB menuntut agar Helmi Hasan dihadirkan dalam persidangan dan diproses hukum secara adil. Namun, majelis hakim dinilai enggan menghadirkan Gubernur Bengkulu tersebut. Hal ini memicu kekecewaan massif dan melahirkan rencana aksi akbar yang kini telah dijadwalkan.
Sikap FABB: “Bukan Massa Bayaran”
Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa seluruh rangkaian aksi ini murni atas kesadaran sendiri dan bukan aksi bayaran. “Kami datang ke sini atas kesadaran sendiri untuk menyuarakan kebenaran dan menuntut penegakan hukum yang adil, tidak tebang pilih,” tegasnya. Dengan rencana aksi yang semakin masif, FABB kini menanti sikap tegas aparat penegak hukum. Akankah tuntutan rakyat didengar, atau justru gelombang protes ini akan terus bergulir hingga ke Ibukota Negara? Waktu yang akan menjawab. (4W/dpt )


Komentar