Di tengah spekulasi yang berkembang di masyarakat, Kajari baru dengan tegas membantah bahwa mutasinya ke Lebong memiliki kaitan dengan isu-isu tertentu atau adanya “titipan” dari pihak manapun. Ia menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi merupakan hal yang biasa terjadi dalam institusi Kejaksaan.
“Ini murni proses mutasi dan rotasi, tidak ada kaitannya dengan isu tertentu atau titipan kebetulan Alhamdulillah dapat amanah kesini ” kilahnya dengan nada mantap.
Pernyataan ini sekaligus menjawab isu yang sempat berhembus di kalangan masyarakat bahwa kedatangannya ke Lebong memiliki agenda tersembunyi atau berkaitan dengan kasus-kasus besar yang sedang bergulir
Harapan Publik dan Komitmen Kajari
Baru meski belum bisa bertindak cepat, masyarakat Lebong berharap agar Kajari baru segera mendapatkan informasi yang memadai untuk menuntaskan dua masalah besar yang membelit daerah tersebut. Kasus dugaan korupsi PDAM yang telah lama bergulir dan polemik P3K yang menyangkut nasib ratusan tenaga honorer menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Nur Wahyu Bintari.
Sejumlah tokoh dan Aktivis Lebong yang ditemui secara terpisah mengaku optimis dengan kehadiran pemimpin baru di Kejari Lebong. Mereka berharap penegakan hukum di Bumi Swarang Patang Stumang ini dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.
“Kami berharap Bu Kajari bisa membawa angin segar, terutama dalam penyelesaian kasus PDAM yang sudah terlalu lama. Dan juga masalah P3K yang sangat menyentuh kehidupan warga,” ujar salah satu aktivis masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Menutup wawancara, Nur Wahyu Bintari menyatakan kesiapannya.menuntaskan kasus PDAM dan P3K dan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan bidang-bidang terkait
Tantangan Besar di Depan Mata
Masyarakat Lebong dengan kehadiran Nur Wahyu Bintari, sebagai Kajari Lebong yang baru tentu membawa harapan baru bagi masyarakat. Namun, tantangan besar telah menantinya di hari-hari pertama menjabat. Kasus dugaan korupsi PDAM yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan dan polemik P3K yang menyangkut nasib ratusan tenaga honorer menjadi ujian berat bagi kepemimpinannya.


Komentar