Maka tuntutan kami sederhana dan terukur. Hentikan pemborosan anggaran atas nama program populis. Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar. Tarik militer dari ruang sipil dan kembalikan supremasi sipil sesuai amanat Reformasi. Tegakkan kembali pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Ini bukan tuntutan yang utopis. Ini hanya menagih janji konstitusi yang sudah disepakati sejak 1998.
Kaum muda tidak boleh memandang situasi ini sebagai tontonan belaka. Apa yang terjadi adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Keadaan ini menuntut kita menghidupkan kembali demokrasi yang kini mati suri. Gerakan mahasiswa sudah menjawab panggilan itu. Pada 12 Juni 2026, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan. Mereka menolak kebijakan ekonomi yang menyengsarakan, menggugat pemborosan anggaran negara, dan menuntut penghentian militerisme di ruang sipil. Aksi-aksi ini adalah bukti nyata. Generasi muda kembali berjuang mempertahankan sisa-sisa demokrasi yang dulu direbut dengan darah dan air mata para pendahulu. Sejarah sedang mencatat di pihak mana kita berdiri.
” Susunan Kata dan Kalimat Asli Karya Penulis Tanpa ada perubahan apapun dari Redaksi”
Penulis adalah Gubernur BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Hukum Universitas Bengkulu ( UNIB)


Komentar