Oleh: Redaksi dipatriot.com
Pagi ini, 27 Agustus 2026, sebuah babak baru kepemimpinan di Kabupaten Lebong resmi dimulai. Dr. H. Syarifudin, S.Sos, M.Si, secara sah dilantik oleh Bupati Kabupaten Lebong, H, Azhari, SH, MH, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Lebong. Dengan raihan nilai tertinggi 87,11 dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), beliau dinilai sebagai putra terbaik yang layak menyandang amanat strategis ini.
Redaksi DIPATRIOT.COM mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut. Namun, di balik ucapan selamat, tersimpan harapan besar dan catatan kritis. Pasalnya, kursi Sekda yang kini diduduki bukanlah singgasana yang nyaman, melainkan “kursi panas” yang di atasnya bertumpuk pekerjaan rumah (PR) raksasa. Bencana yang bertubi-tubi, infrastruktur pertanian yang memprihatinkan, hingga ulah perusahaan nakal adalah segelintir dari sekian banyak masalah yang menanti.
Krisis Iklim dan Tata Kelola Bencana
Lebong adalah wilayah yang berada pada zona kerawanan tinggi terhadap banjir bandang dan tanah longsor. Sepanjang tahun 2026, Kabupaten Lebong telah berulang kali dilanda musibah. Mulai dari banjir yang merendam pemukiman dengan ketinggian hingga satu meter, hingga longsor yang memutus akses jalan dan jembatan. Tragedi paling menyayat hati terjadi di Air Kemaceak Lemeu, di mana tiga nyawa siswa remaja melayang terseret arus.
Kami menyaksikan bagaimana Bapak sebagai Pj. Sekda sebelumnya sempat menggagas kegiatan doa dan zikir bersama sebagai ikhtiar spiritual menghadapi bencana. Itu langkah yang baik, namun rakyat Lebong tidak hanya butuh doa. Mereka butuh aksi nyata: perbaikan sistem peringatan dini, normalisasi sungai, penguatan tanggul, serta logistik yang memadai saat darurat. Fakta menyedihkan menunjukkan bahwa stok logistik di BPBD dan Dinas Sosial sangat memprihatinkan, bahkan untuk mendirikan dapur umum sekalipun.


Komentar