Pernyataan Royana ini sekaligus menjadi kritik sosial yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa musibah infrastruktur yang mengancam keselamatan jiwa dan ekonomi rakyat jangan sampai menjadi komoditas politik praktis. “Biarlah semua fokus bekerja, masyarakat hanya ingin jalan kembali normal,” tegasnya.
Respons cepat Bupati Lebong patut diapresiasi, namun itu bukan akhir persoalan. Kini beban berat berada di pundak Pemerintah Provinsi Bengkulu. Masyarakat tidak lagi ingin mendengar tahapan administrasi; mereka ingin melihat alat berat bekerja di Talang Ratu. Penanganan darurat harus segera tereksekusi dalam hitungan hari, bukan bulan, sebelum akses warga benar-benar terisolasi total. (Red/dpt )


Komentar