Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa seluruh usulan penanganan bencana telah dirangkum dalam satu proposal senilai Rp64 miliar yang ditujukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP).
“Insya Allah pas ini selesai, proposal ini akan kita hadapkan ke Kepala BNBP melalui pengawalan dari anggota DPR pusat maupun pendampingan dari Bapak Gubernur Haji Helmi Hasan,” harapnya.
Reboisasi hingga Doa Bersama: Strategi Antisipasi ke Depan
Menariknya, Syarifudin juga menyebut rencana jangka panjang yang tidak biasa: “kita akan mencoba program reboisasi” dan “kegiatan doa bersama” sebagai refleksi atas pertanyaan mengapa Lebong terus-menerus dihadapkan dengan bencana.
“Masyarakat semua tetap bersabar, kita menghadapi bencana ini harus sama-sama saling bahu-membahu, tidak saling menyalahkan, karena bencana ini bukan prediksi manusia,” pintanya.

Arwan Basirin Alias Arwan Penasehat Perkumpulan PAMAL
Arwan (PAMAL): “Kami Hormati, Tapi Jangan Sekadar Wacana”
Pernyataan optimistis dari Pemkab Lebong mendapat respons tegas dari Arwan, Penasehat PAMAL. Meski mengaku menghormati proses yang berjalan, ia menyampaikan kekecewaan mendalam warga.
“Kita hormati dan ini berproses, tapi kami masyarakat ini semua jangan hanya sebatas wacana dan penghibur hati korban bencana,” tegas Arwan kepada Dipatriiot.com.
Tajamnya pernyataan Arwan menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar janji-janji penanganan, terutama soal jalan baru, bronjong, dan pencairan dana BNBP, tidak berakhir sebagai retorika semata. (Yg/dpt)


Komentar