LEBONG, Dipatriot.com – Kegundahan masih menyelimuti masyarakat Kabupaten Lebong pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah, terutama di kawasan Air Ketahun, Air Kotok, Air Uram, hingga menyebabkan putusnya akses jalan di Talang Ratu.
Di tengah tekanan warga yang menanti kepastian penanganan, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong, Dr. Syarifudin, akhirnya buka suara merinci langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah.
Namun, pernyataan tersebut disambut dingin oleh Arwan, selaku Penasehat PAMAL (kelompok masyarakat setempat). Ia meminta realisasi, bukan sekadar hiburan bagi korban.
“Kita Sudah Lakukan Pendataan, Normalisasi hingga Peninggian Badan”
Dalam keterangannya yang diterima Dipatriiot.com, Syarifudin mengklaim bahwa respons cepat telah dijalankan.
“Kita sudah melakukan pendataan di Air Uram, Air Ketahun, kemudian Air Kotok. Untuk posisi Air Uram, kemarin sudah kita lakukan normalisasi, kemudian sudah dirancang atau disain untuk peninggian badan sungai,” ujar Syarifudin.
Jalan Putus Talang Ratu: Akan Dibuka TMMD, Hotmix 2026
Salah satu keluhan utama warga adalah terputusnya akses jalan di Talang Ratu. Menurut Syarifudin, koordinasi dengan Gubernur Bengkulu telah dilakukan.
“Terhadap jalan yang putus di Talang Ratu, kita sudah koordinasi dengan Pak Gubernur, bahwa arahan Pak Gubernur itu akan dikelola oleh TMMD untuk pembukaan jalan baru. Kemudian akan dialihkan jalan baru, akan dihotmik di tahun 2026 ini,” jelasnya.
Ia menambahkan jadwal teknis: “Insya Allah sekitar bulan Juni atau Juli, TMMD akan masuk membuka jalan baru. Kemudian dilakukan pembangunan melalui anggaran 2026 ini.”
Bronjong dan Proposal Rp64 Miliar ke BNBP
Terkait pengamanan tebing sungai, Syarifudin mengaku sudah bersurat ke Balai Wilayah Sungai (BWS) 7 untuk mengajukan 1.000 kawat bronjong.
“Nanti pemasangan batu dan pemasangan di badan sungainya atau di bahu sungai itu melalui dana pemerintah daerah atau swadaya. Jadi upaya-upaya sudah kita lakukan,” klaimnya.


Komentar