Menindaklanjuti hal itu, Pemkab Lebong menyiapkan tim untuk melakukan pendalaman terhadap dugaan kejadian tersebut. Selain melibatkan tim PPA, Pemkab Lebong juga akan meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan internal. Pihak yang diduga menjadi korban maupun pihak yang dilaporkan akan dimintai keterangan guna mengungkap kronologi serta memastikan duduk perkara sebenarnya. ” Tadi pemda sudah menurunkan tim PPA untuk keterangan awal, dalam waktu dekat kita akan melakukan klarifikasi pengambilan keterangan dari korban saksi- saksi termasuk terduga pelaku.Bila data sudah terkumpul pemda akan menaikkan telaah ke pimpinan untuk menetapkan sanksi hukuman atau tindakan lainnya,” Jelas Syarif. Senen (31/8/2029).
Tanggapan Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu: Evaluasi dan Perlindungan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan tindakan tidak senonoh tersebut. Meski demikian, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan untuk menentukan langkah penanganan terhadap siswi yang bersangkutan.
“Saya belum dapat laporan resmi, tapi kami sudah komunikasi dengan Kacabdin. Saya sarankan untuk segera dievaluasi dan tindakan pindah lokasi magang,” ujar Zulhendri.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, Dekky Yogie Azhar, S.Sos., M.AP., telah menginstruksikan pihak sekolah untuk menarik sekaligus memindahkan seluruh siswa magang yang ditempatkan di lokasi tersebut, terhitung mulai Senin (31/8/2026). Langkah ini mencakup keseluruhan lima orang siswa magang di OPD bersangkutan, bukan hanya korban semata.
“Langkah ini kami ambil agar korban tidak merasa canggung atau terasing sendirian jika hanya dirinya yang ditarik pulang,” ujar Dekky. Cabdin Wilayah V menegaskan akan memblokir sepenuhnya OPD tersebut dari daftar tempat penempatan magang siswa. “Kami tidak akan mengirimkan satu pun siswa ke sana selagi oknum pejabat yang diduga terlibat masih duduk menjabat di tempat itu. Keselamatan, rasa aman, dan harga diri anak didik adalah yang utama,” tegasnya.


Komentar