Lebong, dipatriot.com – Rapat dugaan antara wakil rakyat dan konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Lebong tak berujung pada seremoni serap aspirasi semata. Hanya berselang beberapa jam setelah kegiatan reses resmi ditutup, seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebong dari dapil tersebut langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik yang menjadi sorotan warga.
Langkah cepat ini menandai keseriusan parlemen dalam merespons keluhan masyarakat, sekaligus menjadi pembeda dari pola reses sebelumnya yang kerap berhenti pada tahap pencatatan usulan.

Anggota DPRD Lebong Dapil lll Saat Reses Di Kantor Lurah Tes Lebong Selatan
Kegiatan reses yang berlangsung di halaman Kantor Lurah Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Sabtu pagi (29/8/2026), berjalan alot sejak pukul 09.00 WIB. Warga yang memadati pelataran kantor lurah tak hanya menyampaikan aspirasi rutin, tetapi juga melontarkan kritik tajam terhadap kondisi fasilitas umum yang dinilai terlantar.
Sorotan utama tertuju pada Gelanggang Olahraga (GOR) setempat yang disebut-sebut tidak layak pakai, serta bangunan Kantor Lurah Tes dan mess Pemerintah Daerah di kawasan Pulau Harapan yang terbengkalai.
Ketua Komisi III DPRD Lebong, Alpi Haryono, SE, yang memimpin rombongan, mengakui bahwa eskalasi keluhan kali ini berbeda. “Warga tidak hanya bicara, mereka menunjukkan bukti. Kami mendengar langsung keluhan tentang lantai GOR yang retak, atap bocor, dan penerangan mati total. Itu sebabnya kami putuskan untuk tidak menunda. Sidak kami lakukan segera setelah reses usai, agar temuan di lapangan segar dan tidak kehilangan konteks,” ujar Alpi di sela-sela peninjauan.
Sidak yang berlangsung selama hampir tiga jam itu mengungkap fakta mencengangkan. Di GOR Tes, anggota dewan mendapati kondisi lapangan yang tidak standar, dengan permukaan yang mengelupas dan drainase tersumbat yang menyebabkan genangan air di beberapa sudut. Fasilitas penunjang seperti ruang ganti dan toilet juga dalam keadaan kotor dan rusak.


Komentar