Hingga berita ini diturunkan, tim Dipatriot.com telah berupaya menghubungi sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lebong untuk meminta konfirmasi terkait undangan dan alasan absen secara kolektif. Beberapa nomor telepon yang dihubungi tidak memberikan respons, sementara yang lain mengaku sedang dalam tugas dinas luar (DL) dan enggan berkomentar lebih jauh.
Sekretariat DPRD juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ketidakhadiran mereka dalam dua kegiatan BMA tersebut. Padahal, sebagai mitra pemerintah, kehadiran legislatif dalam kegiatan adat agung bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan dan dukungan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi daerah.
Antara ‘Salah Undangan’ atau ‘Sengaja Mangkir’
Publik Lebong kini dihadapkan pada dua kemungkinan besar. Pertama, ada miskomunikasi teknis soal undangan antara panitia, eksekutif, dan legislatif sehingga anggota dewan tidak hadir. Kedua, memang ada sinyalemen ketidak sejalanan agenda antara Bupati dan DPRD, yang membuat legislatif memilih untuk absen sebagai bentuk pesan tersirat.
Apapun penyebabnya, kejanggalan ini menjadi catatan serius. Dipatriot.com akan terus mengawal perkembangan hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Lebong, khususnya
menyangkut transparansi dan akuntabilitas program daerah ke depan. Masyarakat berhak tahu: apakah ini sekadar kesalahan teknis atau ada dinamika politik yang lebih dalam di balik kursi-kursi kosong wakil rakyat. (Red/dpt)


Komentar