Advertorial Bengkulu Lebong Nasional
Beranda » Kedurai Agung Renah Sekalawi di Lebong

Kedurai Agung Renah Sekalawi di Lebong

Bupati Serukan Nilai Luhur Adat sebagai Modal Kemajuan dan Kewaspadaan Bencana

Lebong, Dipatriot.com – Ribuan warga serta tokoh adat dari berbagai wilayah berkumpul di Desa Tunggang, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Kamis, 4 Juni 2026, dalam gelaran sakral Kedurai Agung Renah Sekalawi. Acara yang digagas bersama oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) dan Pemerintah Kabupaten Lebong itu tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga sarat dengan pesan-pesan strategis pembangunan daerah hingga ancaman nyata bencana alam.

Bupati Lebong yang hadir langsung dalam perayaan tahunan tersebut menyampaikan orasi kebudayaan yang tegas. Menurutnya, Kedurai Agung bukanlah sekadar ritual seremonial belaka. Tradisi ini merupakan manifestasi rasa syukur kolektif masyarakat tanah Swarang Patang Stumang atas limpahan hasil bumi, ketenteraman hidup, serta harmoni sosial yang terus terjaga.

“Saya menyambut baik kegiatan seperti ini. Di daerah Semelako atau Bingin Kuning itu ada tradisi membuang apem. Itu mungkin juga masuk dalam agenda tahunan budaya kita, termasuk hari ini,” ujar Bupati disambut anggukan para tetua adat.

Namun di balik khidmatnya ritual adat, Bupati menyelipkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Lebong tidak akan pernah mencapai kemajuan optimal jika masyarakatnya terpecah. Persatuan, kerja keras, dan sinergi antara pemerintah, pemangku adat, serta seluruh elemen masyarakat adalah harga mati.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Ancaman Bencana yang Tak Boleh Diabaikan

Yang menarik, di tengah semangat melestarikan budaya, Bupati secara terbuka mengingatkan soal “musuh bersama” lainnya: bencana alam. Secara geografis, Kabupaten Lebong berada pada zona kerawanan tinggi terhadap banjir bandang dan tanah longsor. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terbuai dalam euforia adat semata, melainkan juga meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Antisipasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan langkah mitigasi dan penanganan infrastruktur, namun keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada kepedulian dan kesadaran kolektif masyarakat,” tegasnya.

<< 1 2 >>

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement