Pekerjaan pembangunan dan peningkatan jalan Seblat–Sungai Lisai ini diharapkan dapat menjadi awal dari konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat setempat. Meskipun panjangnya masih terbatas, pembangunan ini menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi warga yang selama ini hanya mengandalkan jalur setapak untuk keluar masuk desa.
Spesifikasi yang diterapkan telah disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat. Lebar jalan 2 meter dinilai cukup untuk dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan kecil, sementara ketebalan 20 sentimeter diharapkan mampu menahan beban kendaraan dan kondisi cuaca di daerah tersebut.
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
Pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan ini melibatkan Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai pelaksana utama di lapangan. Dukungan penuh juga diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah ini merupakan contoh nyata dari semangat gotong royong yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Program TMMD yang digagas oleh TNI tidak hanya bertujuan untuk membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan solidaritas antara aparat negara dengan masyarakat.
Kerja sama ini dipandang sebagai model yang efektif dalam mempercepat pembangunan di daerah-daerah terpencil. Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, kendala yang dihadapi di lapangan dapat diatasi secara bersama-sama.
Pernyataan Bupati Lebong
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Lebong H. Azhari menegaskan bahwa pembangunan jalan di Desa Sungai Lisai tidak akan berhenti pada tahun ini saja. Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan secara bertahap hingga akses menuju desa tersebut benar-benar terbuka sempurna.
“Pemerintah Kabupaten Lebong akan terus berupaya membangun setiap tahun. Kita ingin akses ke Desa Sungai Lisai ini benar-benar terbuka, sehingga masyarakat tidak lagi terisolasi,” tegas H. Azhari dalam sambutannya di hadapan warga.


Komentar