LEBONG. Dipatriot.com – Gelombang demonstrasi yang menyapu berbagai daerah di Indonesia turut menggema di Kabupaten Lebong, Bengkulu. Tuntutan utama adalah penolakan kenaikan tunjangan fantastis anggota DPR RI dan solidaritas atas meninggalnya driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang tewas dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.
Di Lebong, situasi ini diperkuat oleh dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk Direktur Yayasan NAL kabupaten Lebong, Devi Gunawan, mendukung aksi akbar untuk mengawasi kinerja anggota dewan
” Kita harus mendukung gerakan aksi ke DPRD Lebong ini karena kita lihat fakta selama ini kinerja anggota dewan Lebong tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat” seru Devi dengan semangat.

Devi Gunawan Direktur Yayasan NAL Lebong,aktivis senior kabupaten Lebong/Dipatriot.com
Selanjutnya Devi menjelaskan bahwa anggota dewan Lebong cenderung abai terhadap kondisi masyarakat ditengah gencarnya efisiensi anggaran malah unsur pimpinan dapat jatah mobnas tahun anggaran 2025 senilai 1,6 milyar Rupiah.
” Mereka tidak peduli dengan keadaan masyarakat yang kesusahan, buktinya mereka dapat jatah mobnas ini fakta, sedangkan kinerja mereka kita bisa nilai sendiri selama ini apa ?” jelas Devi.
Sebaliknya, Sekretaris Badan Kesbangpol Lebong, M.Ikram ,s.sos ,mengimbau agar masalah di Lebong bisa diselesaikan melalui dialog tanpa aksi konfrontasi karena berdampak nanti dengan keadaan keamanan kabupaten Lebong.
“Kalau bisa jangan sampai ada aksi,coba kita upayakan dialog dengan para pihak demi menjaga Lebong tetap kondusif” ungkap Ikram.
Masyarakat dan aktivis menuntut transparansi dan akuntabilitas kinerja anggota dewan, terutama dalam pengawasan APBD dan pembuatan kebijakan yang pro-rakyat. Penilaian masyarakat Lebong menunjukkan bahwa pengetahuan dewan tentang anggaran berpengaruh signifikan terhadap fungsi pengawasan APBD, namun implementasinya dinilai masih lemah .


Komentar