Bengkulu Daerah Lebong
Beranda » Hari Ketiga Pasca Banjir Lebong, BPBD Rilis Data Sementara: Relawan Masih Aktif, Warga Minta Anggaran Mitigasi Diperbesar

Hari Ketiga Pasca Banjir Lebong, BPBD Rilis Data Sementara: Relawan Masih Aktif, Warga Minta Anggaran Mitigasi Diperbesar

Masukan Warga: Anggaran Mitigasi Bencana Harus Diperbesar di APBD Lebong

Suara warga pun mengemuka di tengah atmosfer kebersamaan ini. Hisbuan, warga Kecamatan Lebong Sakti yang rumahnya ikut terdampak banjir, menyampaikan apresiasi sekaligus kritik konstruktif kepada pemerintah daerah. Kepada awak media Dipatriot.com, Sabtu (8/5/2026), ia mengucapkan terima kasih atas solidaritas yang ditunjukkan semua jajaran.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua jajaran yang ikut membangun solidaritas untuk penanggulangan bencana kemarin. TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, ormas, parpol, semuanya luar biasa cepat bergerak,” ungkap Hisbuan.

Namun, di sela rasa syukur itu, Hisbuan yang akrab disapa Buan itu menyelipkan masukan tajam. Ia menilai bahwa anggaran penanggulangan bencana di APBD Lebong selama ini belum proporsional jika dibandingkan dengan risiko banjir yang nyaris tahunan terjadi.

“Ini harus menjadi kajian evaluasi kita bersama. Ke depan, anggaran untuk mitigasi dan penanggulangan bencana harus lebih besar, khususnya di APBD Lebong. Jangan sampai respons kita hanya darurat, tapi pencegahan dan kesiapsiagaan masih minim,” tegasnya.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Pernyataan Hisbuan ini mengingatkan pada data BPBD nasional yang menyebut bahwa setiap satu rupiah yang diinvestasikan untuk mitigasi bencana dapat menghemat hingga tujuh rupiah untuk biaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan topografi Lebong yang berbukit dan rawan banjir bandang, alokasi anggaran mitigasi menjadi bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak.

Evaluasi: Antara Tanggap Darurat dan Kesiapan Jangka Panjang

Banjir yang terjadi tiga hari lalu  merupakan yang terbesar dalam dua tahun terakhir di Lebong. Meskipun respons darurat berjalan cukup cepat berdasarkan pengakuan warga, kejadian ini membuka mata bersama bahwa sistem peringatan dini, normalisasi sungai, dan pembangunan infrastruktur hijau masih tertinggal.

Seorang pengamat kebijakan publik David Kasidi, menilai bahwa usulan warga seperti Hisbuan harus segera ditindaklanjuti oleh DPRD Lebong dan eksekutif. “Jangan sampai APBD Lebong hanya habis untuk kegiatan seremonial. Belanja tidak langsung harus dikurangi, alokasikan untuk perlindungan masyarakat dari bencana,” ujarnya.

Sekda Lebong Pimpin Rapat TGR, Rp1,81 Miliar Belum Kembali
<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement