Apa pesan Bang Rahmat untuk calon pasien yang mungkin skeptis atau terlalu berharap?
Rahmat Firdaus:
“Saya manusia biasa. Jangan jadikan saya seperti Tuhan. Metode totok syaraf ini memang bekerja pada banyak kasus, tapi tidak semua orang punya respons yang sama. Saya tidak bisa jamin 100%. Yang bisa saya lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin, dan selebihnya pasrah kepada Allah. Saya juga tidak mau dipanggil ‘dukun’ atau ‘orang pintar’. Saya hanya terapis totok syaraf. Kalau berobat ke sini, bawa niat baik, sabar, dan tetap berobat medis jika perlu.”
Mengapa wawancara eksklusif ini hanya hadir di Dipatriot.com? Karena kami hadir untuk menggali fakta di balik fenomena, bukan sekadar mengejar viral.
Kami membuka ruang bagi pembaca yang ingin berbagi pengalaman atau meminta verifikasi langsung ke lokasi pengobatan.
Dipatriot.com – Mengguncang Fakta, Merangkul Realita.
Catatan redaksi: Berita ini adalah advertorial yang dibuat berdasarkan data dan wawancara sungguhan dengan Rahmat Firdaus oleh kemudian dikemas eksklusif untuk Dipatriot.com guna menjangkau khalayak yang lebih luas. Semua informasi kontak, alamat, jam operasional, dan pernyataan sesuai dengan fakta di lapangan per 22 Mei 2026. (Red/dpt)


Komentar