“Banyak, mas. Tapi yang paling saya ingat, ada pasien anak remaja dari Rejang Lebong, sudah bisu sejak lahir. Keluarganya hampir putus asa. Alhamdulillah, setelah beberapa kali terapi totok syaraf, dia mulai mengeluarkan suara. Sekarang sudah bisa bicara pelan-pelan. Ada juga pasien buta dari Bengkulu Utara. Setelah kami terapi, penglihatannya mulai kabur lalu terang. Dan yang paling viral, pasien lumpuh total. Kunjungan pertama, dengan izin Allah, sudah bisa menggerakkan kaki dan berdiri. Saya tidak berani janji sembuh total, tapi kami doakan dan usahakan.”
Lansia, Remaja, Anak-anak: Semua Dilayani Tanpa Syarat
Salah satu keunikan Terapi Lebong adalah tidak adanya diskriminasi usia dan latar belakang.
Dipatriot.com:
Siapa saja yang boleh datang? Ada pantangan tertentu?
Rahmat Firdaus:
“Siapa pun boleh. Setiap hari kecuali hari Jumat, kami menangani lansia dengan stroke, remaja dengan cedera saraf olahraga, bahkan anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara atau lumpuh layu. Tidak ada syarat khusus, kecuali kesabaran karena antrean. Sistemnya sederhana: datang, ambil nomor antrean, tunggu dengan sabar, lalu kami tangani langsung. Keluarga pasien selalu mendampingi – itu penting untuk support psikologis.”
Jam Operasional & Kontak: Buka Setiap Hari Kecuali Jumat
Bagi pembaca Dipatriot.com yang ingin merasakan langsung metode totok syaraf ini, berikut informasi lengkapnya:
· Nama Praktik: Terapi Lebong (Pengobatan Alternatif Totok Syaraf)
· Praktisi: Rahmat Firdaus
· Alamat: Desa Karang Anyar, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu
· Jam buka:
· Sabtu – Kamis: 09.00 WIB – 22.00 WIB
· Jumat : TUTUP (Istirahat total)
· Nomor admin pendaftaran (bisa langsung datang atau daftar via telepon/WA):
· 📞 0851-4258-2614
· 📞 0822-5625-6327
Catatan: Karena lonjakan pasien pasca video viral, disarankan menghubungi admin terlebih dahulu untuk mengetahui estimasi antrean dan persiapan administrasi.
“Saya Hanya Berusaha, Jangan Jadikan Saya Tuhan”
Menutup wawancara, Rahmat Firdaus berpesan agar masyarakat tidak berlebihan dalam memandang dirinya.
Dipatriot.com:


Komentar