Bengkulu Daerah Headline Hukum Lebong Nasional
Beranda » Dugaan Pencabulan Siswi Magang oleh Pejabat OPD Lebong: Bantahan vs Fakta di Lapangan

Dugaan Pencabulan Siswi Magang oleh Pejabat OPD Lebong: Bantahan vs Fakta di Lapangan

Lebong, dipatriot.com  — Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum pejabat, (FRI), di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lebong terhadap siswi magang di bawah umur memasuki babak baru. Meski terduga pelaku membantah keras adanya tindakan cabul, sejumlah fakta yang terungkap dari keterangan Kepala Desa setempat justru menunjukkan hal yang berbeda.

Peristiwa yang melibatkan siswi berinisial Melati (nama samaran), siswa magang dari salah satu SMKN di Lebong ini, kini menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial dan menjadi konsumsi khalayak ramai.

Klarifikasi Terduga: Hanya Menegur Bukan Mencabuli

Saat dimintai klarifikasi oleh dipatriot.com melalui pesan suara WhatsApp, terduga pelaku dengan tegas membantah adanya tindakan pencabulan terhadap siswi magang terduga korban. Ia mengklaim bahwa dirinya hanya memanggil korban ke ruangannya untuk memberikan nasihat agar korban tetap bersekolah dengan baik dan tidak pacaran.

“Tidak ada tindakan yang saya lakukan pencabulan seperti dalam berita. Saya hanya menasehati agar korban jangan pacaran, sekolah baik. Dia (korban) mengucapkan terima kasih kepada saya, lalu dia termenung. Saya pegang tangannya sambil menegur agar jangan melamun,” jelas terduga dalam pesan suara yang diperoleh awak media, Jumat sore (28/8/2026).

Terduga pelaku juga mengakui bahwa setelah peristiwa itu, korban keluar dari ruangannya dan ia pun pulang untuk melaksanakan salat. Mengenai adanya pemberian uang sebesar Rp 20 juta kepada keluarga korban, terduga pelaku dengan keras membantah.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

“Saya tidak memberi uang. Saya hanya datang ke rumah orang tua terduga korban untuk menjelaskan kronologis kejadian sebenarnya. Saya tidak melakukan seperti itu (pencabulan),” tegasnya.

Fakta Berbeda dari Keterangan Kepala Desa

Namun, bantahan dan pembelaan dari terduga ini mendapat jawaban tegas dari Kepala Desa tempat korban tinggal. Dalam wawancara eksklusif dengan awak media Jumat sore (28/8/2026), Kepala Desa yang juga masih memiliki hubungan kerabat dengan korban menjelaskan secara detail kronologi yang sebenarnya terjadi.

<< 1 2 3 4 >>

Laman: 1 2 3 4

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement