Nasional
Beranda » Dibalik Retorika Nasionalisme

Dibalik Retorika Nasionalisme

Romi Munandar,

Dalam perspektif Gramscian, nasionalisme bukan sekadar identitas kolektif, melainkan alat hegemonik yang sangat efektif. Ia bekerja halus, emosional, dan bermoral—membuat ketimpangan struktural terasa sebagai bagian dari nasib bersama, bukan sebagai hasil relasi kuasa yang dapat diubah.

Dengan demikian, nasionalisme sering berfungsi sebagai lem perekat ketimpangan: menyatukan yang timpang agar tidak tercerai oleh kritik, dan menjaga stabilitas sistem dengan cara membungkam pertanyaan paling mendasar—siapa yang diuntungkan, dan siapa yang dikorbankan?

” Susunan Kata dan Kalimat Asli Karya Penulis Tanpa ada perubahan apapun dari Redaksi”

Penulis Adalah penggiat studi Filsafat kritis, Domisili di Bogor Jawa Barat

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka
<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement