“Mujua nien Bupati te H Azhari,SH.,MH., lok langsung tu’un kemliak ro nak ulau bio mong 3 yo, Kinoite coa de alang ne bio nam lacea mo umai.” (Terima kasih dan bersyukur Bupati Lebong H. Azhari mau turun langsung melihat persoalan di hulu irigasi Mbong 3, semoga air dapat lancar mengalir ke areal persawahan kita.)
Program “Bantu Rakyat” yang Mengancam
Langkah berani ini merupakan wujud nyata dari program “Bantu Rakyat” yang digaungkan oleh Gubernur Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Lebong. Namun di balik semangat menolong, tersimpan pertanyaan besar: Seberapa jauh seorang kepala daerah bisa mengabaikan aturan demi kepentingan sesaat?
Azhari seakan memberi sinyal bahwa birokrasi dan ego sektoral kelembagaan bukanlah halangan ketika rakyat sudah di ambang krisis. Dengan mengerahkan alat berat di tengah hujan, ia membuktikan bahwa kata “risiko” dalam kamus kepemimpinannya adalah harga yang harus dibayar untuk menyelamatkan perut rakyat.
Pantauan di lokasi menunjukkan sedimentasi material bebatuan mulai terkikis, dan aliran air perlahan kembali mengarah ke pintu irigasi Mbong 3. Pertanyaannya kini dibenak masyarakat apakah langkah heroik ini akan berbuah sanksi, atau justru menjadi preseden baru bagi birokrasi yang lebih responsif?. (4W1D)


Komentar