Aktivis Muda Lebong, Domer Andiko alias Domer, dengan tegas menyatakan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada administrasi semata.
“Jangan hanya menyerahkan proposal lalu nunggu! Lobi dengan gencar, apalagi kerugian infrastruktur di Lebong sangat besar dan sebagian besar menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Kami minta BPBD Lebong lebih agresif mengejar dana ke BNPB, dibantu oleh wakil rakyat kita di Senayan,” tegas domer di hadapan awak media Diatriot.com.
Mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di provinsi ini, juga menyuarakan hal serupa. Mereka mendesak Pemerintah Daerah Lebong, khususnya BPBD, untuk tidak sekadar menjadi pihak yang menunggu perintah dan anggaran.
“Rakyat Lebong membutuhkan aksi nyata. Infrastruktur jembatan, jalan, dan irigasi rusak parah. Jangan sampai proses birokrasi yang berlarut-larut membuat warga semakin sengsara,” ujar Domer
Infrastruktur Rusak, Ekonomi Masyarakat Terancam
Dari data yang dihimpun, banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Lebong mengakibatkan kerusakan pada akses jalan, jembatan, serta lahan pertanian warga. Kondisi ini diperparah dengan sistem drainase yang belum optimal.
Para aktivis menilai, kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga memutus rantai pasok komoditas lokal yang menjadi tumpuan ekonomi rakyat Lebong.
“Jalan rusak, hasil pertanian dan perkebunan tidak bisa keluar. Harga kebutuhan pokok pun melonjak. Ini darurat ekonomi pascabencana,” imbuh domer.
Harapan: Ada Tindak Lanjut Cepat dari BNPB dan DPD RI Dan DPR RI
Dengan telah diajukannya proposal melalui jalur Jitupasna, publik Lebong kini menanti respons BNPB Pusat. Namun, aktivis menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasrah. Mereka mendorong Bupati dan Sekda untuk segera menginstruksikan BPBD melakukan pendekatan intensif ke BNPB dan Komisi VIII DPR RI yang membidangi penanggulangan bencana.
“Kami akan terus mengawal. Jika dalam waktu dekat tidak ada realisasi dana dan perbaikan infrastruktur, kami tidak segan-segan menggelar aksi lebih besar,” ancam mahasiswa.


Komentar