LEBONG. Dipatriot.com – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Lebong dalam dua hari terakhir tidak bisa lagi dipandang sebagai kejadian biasa. Hujan dengan debit ekstim yang terus mengguyur sejak awal pekan ini mengakibatkan banjir di sejumlah kecamatan, jalan penghubung putus, serta longsor di titik-titik rawan. Namun yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi Jalan Talang Ratu, ruas vital penghubung Muara Aman–Curup yang beberapa pekan lalu sempat viral karena kerusakan parah, kini semakin terancam amblas total.
Berdasarkan pantauan Dipartriot.com di lapangan, badan jalan di kawasan Talang Ratu menunjukkan retakan melebar dan penurunan permukaan tanah yang signifikan. Jika tidak segera ditangani dengan cara yang serius, bukan tidak mungkin ruas ini akan lumpuh total dan memutus akses utama keluar-masuk Kabupaten Lebong.
“Urat Nadi” Terancam Putus, Sopir Angkutan Berteriak Minta Tolong
Andi (42), sopir angkutan umum jurusan Muara Aman–Curup yang setiap hari melintasi jalur ini, tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Dengan nada mendesak, ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Lebong dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk segera turun tangan.
“Kita mintak Pemda Lebong dan provinsi segera turun tangan. Jalang ini sudah nyaris dak bisa dilewati. Kalau hari ini saja hampir macet, bayangkan kalau amblas lagi, kamu dak bisa lewat, dan Lebong bakal terisolir,” ujar Andi dengan lantang kepada Dipartriot.com, Kamis (7/5/2026).
Menurut Andi, jalan Talang Ratu merupakan urat nadi lalu lintas utama masyarakat Lebong. “Kami mencintai Pemda ini, supaya segera tangani masalah ini. Jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat karena dampaknya bisa membuat Lebong terisolasi total,” tegasnya.
Domer : Bukan Saatnya Mi Instan dan Dapur Umum, Lebong Bisa Tenggelam!
Sementara itu, Domer Andiko, mahasiswa dan aktivis pengamat kebijakan publik di Lebong, memberikan analisis yang lebih mengerikan. Ia mengingatkan bahwa dalam waktu singkat, Lebong dilanda dua kali banjir besar secara beruntun.


Komentar