Dipatriot.com menilai salah satu titik kritis yang menyedot perhatian adalah rusaknya jalan provinsi di kawasan Rimbo Penghadang. Badan jalan dilaporkan sempat putus dan hancur, bisa mengisolasi Lebong . Meskipun saat ini sudah ada penanganan darurat sementara, warga menilai upaya itu sangat lamban dan tidak sebanding dengan skala kerusakan.

Kondisi terakhir dalam beberapa hari ini Jalan Talang Ratu- Rimbo Pengadang.
Menurut warga Rimbo Penghadang, Abdul Kadir Alias Kadeng, para anggota DPRD provinsi semestinya lebih gencar mengkritisi dan memperjuangkan alokasi anggaran khusus untuk perbaikan jalan tersebut. “Ini jalan provinsi, tanggung jawab mereka. Harusnya mereka berteriak di DPRD, memaksa PUPR segera turun. Jangan hanya diam dan menunggu kami yang datang,” tegas Kadeng.
Catatan Redaksi: Rakyat Butuh Aksi, Bukan Janji
Dari sembilan wakil yang duduk di kursi DPRD Provinsi Bengkulu, baru satu figur yang menunjukkan kesigapan. Publik kini menunggu langkah nyata dari delapan lainnya. Akankah mereka terus “bisu” atau akhirnya tergerak setelah namanya terang-terangan disebut tak responsif? Masyarakat Lebong tidak butuh seremonial, mereka butuh jembatan yang bisa dilalui, jalan yang utuh, dan wakil yang hadir saat duka.
DIPATRIOT.COM akan terus memantau perkembangan ini dan membuka ruang bagi para anggota DPRD yang belum merespons untuk memberikan klarifikasi.(Red/dpt)


Komentar