
Suprisman, Anggota DPRD Prov. Bengkulu Dapil Lebong – Rejang Lebong
Hanya Suprisman, anggota fraksi PAN, yang mengangkat telepon dan memberikan pernyataan tegas. “Saya sudah komunikasikan. Senin besok saya akan mendatangi Dinas PUPR Provinsi Bengkulu untuk menanyakan secara langsung paket kegiatan yang diusulkan saat pembahasan di Banggar (Badan Anggaran). Mengingat bencana di Lebong ini beruntun dan darurat, khususnya jalan Talang Ratu, kita minta penanganan darurat dulu dari provinsi, setelah itu baru saya akan kasih tanggapan,” ujar Suprisman kepada Dipatriot.com, Minggu, 17 Mei 2026.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada tiga anggota lainnya hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil. Tidak ada balasan pesan maupun panggilan balik. Sikap diam mereka kontras dengan penderitaan warga yang rumah, lahan, dan akses jalannya luluh lantak diterjang air.
Kekecewaan Masyarakat: “Untuk Apa Punya Wakil di Provinsi?”
Sikap para wakil rakyat ini menuai amarah dan sindiran tajam dari masyarakat Lebong. Roby, warga Lebong yang ditemui Dipatriot.com menyampaikan rasa kesal karena tidak ada perjuangan nyata dari para anggota dewan, baik secara individu maupun kelembagaan.
“Tidak ada respons, tidak ada tanggapan, apalagi perjuangan. Untuk apa Lebong punya wakil di provinsi kalau mereka datang hanya saat kampanye saja?” ujar Roby, dengan nada sinis.
Warga lainnya selaku tokoh Masyarakat yang aktif mengamati kebijakan Publik di Lebong, David Kasidi, bahkan mengaitkan kondisi ini dengan fenomena memilih asal – asalan tanpa rekam jejak wakil kita yang jelas apalagi kalau ada bumbu politik uang (money politic) saat pemilu lalu. “Inilah dampak kalau asal – asalan memilih wakil kita apalagi ada faktor uang. Kalau kita tidak memilih wakil berdasarkan kemampuan dan keperpihakan. Banyak yang pilih karena iming-iming, sekarang akibatnya terasa. Jalan putus, jembatan hancur, mereka diam membisu,” keluhnya.
Jalan Provinsi Rimbo Penghadang Putus, Status Darurat Diabaikan?


Komentar