Bengkulu Daerah Hukum Lebong
Beranda » Puncak Kemarahan Rakyat: Ratusan Warga Kepung PT IAM, Komisaris Utama Akui Sejumlah Kelemahan, Ultimatum Diberikan

Puncak Kemarahan Rakyat: Ratusan Warga Kepung PT IAM, Komisaris Utama Akui Sejumlah Kelemahan, Ultimatum Diberikan

LEBONG. Dipatriot.com – Aksi demonstrasi besar-besaran yang diorganisir oleh Perkumpulan PAMAL bersama masyarakat dari tiga desa penyangga, yaitu Desa Kutai Donok, Desa Sukasari, dan Desa Mangkurajo, berlangsung tegang dan memanas pada hari Senen, 4 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Lebih dari 100 orang massa dengan tegas merangsek masuk ke halaman kantor PT. Indoarabica Mangkuraja (IAM), perusahaan perkebunan yang selama ini menjadi sorotan karena berbagai dugaan penyimpangan.

Aparat kepolisian dari Polres Lebong dan Polsek Lebong Selatan diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi. Pengamanan dipimpin langsung oleh Wakapolres Lebong Kompol George, didampingi Kabag OPS Polres Lebong AKP Simanungkalit, dan Iptu. Nurman Kapolsek Lebong Selatan. Meskipun ada aparat, massa tetap meluapkan emosinya dengan orasi bergantian yang menyoroti dugaan perbuatan melawan hukum dalam operasional PT IAM.

Tumpukan Masalah dari Perizinan hingga Pengusiran Warga

Ketua Perkumpulan PAMAL dalam orasinya menekankan persoalan serius terkait dokumen perizinan perusahaan. “Kami mempertanyakan validitas dokumen lingkungan seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Selain itu, dugaan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga menyalahi aturan menjadi fokus utama kami hari ini,” tegas ketua PAMAL di hadapan massa.

Sementara itu, aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh Kepala Desa Kutai Donok, Viki Anuari, membuka tabir persoalan lain yang lebih menyentak hati. Ia mengungkapkan keprihatinan terkait problem CSR (Corporate Social Responsibility) yang tidak jelas, serta pengusiran paksa terhadap 14 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini menggantungkan hidup dengan berkebun di dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU). “Masyarakat terusir dari tanahnya sendiri. Belum lagi soal penyerapan tenaga kerja lokal yang minim dan masalah transparansi Plasma. Ini sudah melebihi batas,” ujar Viki dengan nada berapi-api.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement