Headline Hukum Lebong
Beranda » Aktivis Bongkar Potensi Pelanggaran dan Manipulasi Pajak PT IAM di Lebong, Ini Kata PAMAL

Aktivis Bongkar Potensi Pelanggaran dan Manipulasi Pajak PT IAM di Lebong, Ini Kata PAMAL

DIPATRIOT.COM -LEBONG – Kasus yang melingkupi operasional PT Indoarabica Mangkuraja (IAM) di Kabupaten Lebong semakin runyam dan menarik perhatian publik. Pemicunya, aksi yang digelar oleh Perkumpulan PAMAL pada 17 November lalu, yang kemudian diikuti dengan hilangnya kanal YouTube milik perusahaan dari ranah publik. Kanal yang diduga menampilkan proses pengolahan kopi itu kini berubah menjadi “setelan pribadi”.

Aktivis Perkumpulan PAMAL, Arwan Basirin, dalam keterangannya kepada media, Kamis (27/11), menyoroti serangkaian temuan yang ia sebut sebagai “keanehan dan indikasi pelanggaran” yang dilakukan PT IAM.

“Sejak aksi kami, publik mulai menyadari ada banyak titik terang yang perlu diusut tuntas. Mulai dari persoalan legalitas hingga dugaan manipulasi produksi yang berimplikasi pada penerimaan negara,” tegas Arwan.

Rangkaian Masalah yang Menumpuk

Arwan membeberkan setidaknya tujuh poin persoalan yang menjadi sorotan PAMAL. Pertama, terkait legalitas atau izin SIPPA (Surat Izin Pengusahaan Pengambilan Air) atau izin pemanfaatan air permukaan. Kedua, status dokumen UPL-UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) yang diduga bermasalah.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Ketiga, penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga dipertanyakan keabsahannya. Keempat, realisasi plasma 20% untuk masyarakat yang hingga kini belum jelas keberadaannya. Kelima, problematika tenaga kerja harian yang kerap menjadi keluhan. Keenam, dugaan wanprestasi (ingkar janji) pihak manajemen PT IAM terhadap Pemkab Lebong, yang menurut Arwan telah tercatat dalam notulensi pertemuan pada tahun 2023 lalu.

“Dan yang ketujuh, yang kini mencuat kuat, adalah dugaan manipulasi laporan produksi,” imbuh Arwan.

Kegiatan Pengolahan Biji kopi dalam YouTube PT.IAM

Bukti di YouTube yang Hilang

Poin ketujuh ini, menurut Arwan, semakin kuat dengan adanya kanal YouTube yang sempat terekam oleh pihak Dipatriot.com, sebelum diubah menjadi privat, menunjukkan aktivitas operasional PT IAM yang dinilai janggal.

Sekda Lebong Pimpin Rapat TGR, Rp1,81 Miliar Belum Kembali
<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement