LEBONG. Dipatriot.com – Kabupaten Lebong menyimpan aib besar dalam penataan aset daerah. Terungkap bahwa tunggakan pajak mobil dinas (mobnas) menembus Rp 2,1 miliar, dengan mayoritas penunggak berasal dari mobnas bantuan Kementerian PDT ke desa. Selain itu, sejumlah aset daerah seperti alat berat dalam kondisi rusak dan mangkrak, diduga kuat disalahgunakan oleh oknum mantan pejabat .
Sejalan dengan pernyataan Kabid Aset BKD Lebong, Gundala, SE, menurut beliau pihak BKD Lebong sudah bekerjasama dengan pihak DATUN Kejari Lebong untuk melaksanakan penertiban aset, dan memang penyumbang penunggak pajak adalah mobnas bantuan kementrian PDT
“Tunggakan pajak mobnas masih 2,1 Milyar kebanyak dari mobil bantuan PDT,dan untuk penertiban aset kami sudah bekerja sama dengan DATUN” ungkap Gundala.

Alat berat milik Pemkab Lebong,rusak berati galian C
Daftar Masalah Aset Lebong
Berikut adalah rangkuman masalah aset yang terjadi di Lebong:
Selanjutnya, Gundala menjelaskan
Alat Berat Rusak Bulldozer milik DLH rusak berat di lokasi galian C milik Zamhari Bahrun (mantan kepala BHLKP Lebong), masih belum diperbaiki.
Alat Berat Mangkrak Ekskavator milik daerah mangkrak di Sungai Lisai, tidak jelas penanggung jawabnya. Kesulitan pelacakan.
Mobnas Rusak Puluhan mobnas rusak terparkir di halaman BKD Lebong, beberapa akan dihapuskan atau dilelang
” Kami sudah melacak dan menghubungi pihak yang bertanggung jawab, sekarang kita masih menempuh jalur persuasif dengan cara mereka memperbaiki, kembalikan dan memindahkan aset atau alat tersebut ke work shop Pemda Lebong” jelas beliau.
Alat Berat Rusak dan Diduga Disalahgunakan

Aswan Fauzi Ketua FORLEB.
Menanggapi permasalahan Aset bernilai Milyaran Rupiah miik Lebong, Aktivis senior, Aswan Fauzi selaku penasehat Organisasi PAMAL dan Ketuk Forum Lebong Bersatu ( FORLEB ), menyatakan bahwa sejumlah alat berat milik daerah dalam kondisi memprihatinkan.
Sebuah bulldozer milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) rusak berat di lokasi galian C milik Zamhari Bahrun, mantan kepala BHLKP Lebong.


Komentar