Sdh 5 bln panen padi, hamparan lahan sawah petani Lebong menganggur, musim paceklik tiba. Rama Candra Dorong Tiga Musim Tanam dan Manfaatkan Peluang MBG
Oleh: Tim Redaksi Dipatriot.com
Lebong, Dipatriot.com – Memasuki bulan kelima pasca musim panen padi Musim Tanam (MT) I, Kabupaten Lebong kini sedang berada dalam masa yang oleh warga setempat disebut sebagai “paceklik”. Hamparan sawah yang biasanya menghijau atau menguning kini terlihat tandus. Ratusan bahkan ribuan hektare lahan pertanian yang terbentang luas di ” Bumi Swarang Patang Stumang ” ini tampak tidak produktif, tidak menghasilkan komoditas bernilai ekonomi, dan berubah menjadi “lahan tidur” yang tidak dimanfaatkan—baik sebagai kolam ternak ikan maupun tanaman palawija dan holtikultura yang mampu membuka lapangan kerja serta menambah pendapatan petani.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan strategis: Apakah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebong melihat persoalan yang sama? Jika iya, kebijakan, strategi, serta program/kegiatan apa yang harus segera dirumuskan dan dilaksanakan untuk memutus siklus paceklik dan menggerakkan kembali perekonomian daerah?
Dalam wawancara eksklusif bersama Dipatriot.com, Pensiunan ASN, mantan Anggota DPRD Kabupaten Lebong dan pemerhati Kabupaten Lebong, Rama Candra, SH, memberikan analisis tajam dan rekomendasi konkret. Menurutnya, persoalan utama bukanlah pada lahan atau air, tetapi pada ketiadaan kemauan kolektif untuk keluar dari kebiasaan lama.
“Kita hanya terbiasa dengan satu atau dua kali musim tanam padi. Setelah MT I selesai, lahan dibiarkan begitu saja selama berbulan-bulan. Itulah mengapa setiap tahun kita selalu dilanda paceklik. Ini bukan bencana alam, ini masalah manajemen dan komitmen,” tegas Rama Candra di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).
Panggung Darurat Lahan Tidur


Komentar