Kehadiran permainan tradisional dalam agenda resmi pemerintah daerah ini mendapat apresiasi khusus dari warga. Salah seorang peserta lomba egrang, Ahmad Rizal (17), mengaku bangga karena permainan warisan leluhur masih dilestarikan. “Seru banget, beda dari lomba biasa. Kami jadi belajar keseimbangan dan kesabaran. Ini mengingatkan saya bahwa kemerdekaan butuh perjuangan yang tidak instan,” tuturnya dengan napas tersengal setelah menyelesaikan lintasan.
Selain menjadi ajang kompetisi, perhelatan ini juga dimanfaatkan sebagai momen silaturahmi antar warga lintas desa. Banyak warga yang datang membawa keluarga, sembari menikmati jajanan pasar yang disediakan oleh UMKM lokal di sekitar lokasi lomba. Hal ini sejalan dengan tujuan Pemkab Lebong untuk menggerakkan roda ekonomi kecil sekaligus mempererat tali persaudaraan di momen bersejarah.
Pemerintah Kabupaten Lebong berharap, semangat yang terjaga selama perlombaan ini tidak luntur usai perayaan usai. Nilai-nilai sportivitas, kerja sama, dan cinta tanah air yang telah ditunjukkan oleh seluruh peserta dan penonton diharapkan menjadi modal sosial untuk membangun Lebong yang lebih maju dan harmonis.
“Bersatu dalam semangat, kompak dalam kebersamaan. Mari kita bawa energi positif ini ke dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, karena kemerdekaan yang sejati adalah ketika kita mampu bergotong royong untuk kemajuan daerah,” pungkas koordinator panitia menutup rangkaian kegiatan hari pertama. Perlombaan masih akan berlanjut hingga puncak perayaan 17 Agustus mendatang, dengan final pertandingan bola voli dan futsal yang diprediksi akan berlangsung lebih sengit dan meriah. (4W1D)


Komentar