Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Hal itu disampaikan langsung oleh keponakan korban, Domer Andiko, yang mengungkapkan bahwa pemilik rumah, Depi, sedang menginap di kediaman anaknya di Desa Danau Liang pada malam kejadian. “Tidak ada korban jiwa karena saat kebakaran rumah sedang kosong. Tapi tentu ini kehilangan besar bagi keluarga, semua barang berharga dan kenangan di dalam rumah ikut hangus,” ujar Domer dengan nada duka. Keluarga korban masih berusaha menerima kenyataan pahit ini, sementara warga sekitar terus memberikan dukungan moril dan bantuan darurat.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Penyelidikan akan di lakukan pihak terkait untuk mengungkap asal mula api. Begitu pula dengan total kerugian material yang dialami korban masih dalam proses pendataan, mengingat hampir seluruh isi rumah, termasuk dokumen penting, perabotan, dan tabungan, turut ludes dilalap api. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, namun angka pasti baru dapat dirinci setelah proses identifikasi selesai.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di rumah dengan dominasi material kayu yang sangat rentan terhadap api. Pemerintah desa dan pihak berwenang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hari atau saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama. Masyarakat dihimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan tidak ada kabel yang terkelupas, serta mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak meninggalkan sumber api seperti lilin atau kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.


Komentar