Bengkulu Daerah Lebong Nasional
Beranda » Meninggal Dunia, Koma Berbulan-bulan Usai Laka Lantas

Meninggal Dunia, Koma Berbulan-bulan Usai Laka Lantas

“Benar, sahabat saya, Miwan Putra, asal Lebong, dikabarkan meninggal dunia pagi tadi. Informasi ini saya dapat dari grup WhatsApp kami, teman-teman satu angkatan di SMP dulu. Kami semua kaget dan sangat berduka. Semua teman yang ada di grup ikut menangis,” ungkap Eka dengan suara bergetar.

Atas nama para sahabat yang berada di Malaysia maupun di tanah air, Eka menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Kami atas nama sahabat almarhum ikut berduka cita. Kami kehilangan sosok yang selama ini menjadi teman berbagi suka dan duka di perantauan. Semoga amal ibadah sahabat kami diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan di surga-Nya, dan diampuni segala dosanya. Aamiin ya rabbal alamin,” ujar Eka penuh haru.

Keluarga: “Sedang Diurus Pemulangan Jenazah ke Talang Leak”

Ketika dikonfirmasi terpisah oleh Dipatriot.com, pihak keluarga almarhum yang berada di Kabupaten Lebong membenarkan kabar duka tersebut. Dengan nada terpukul, seorang perwakilan keluarga menyatakan bahwa saat ini seluruh keluarga besar tengah fokus mengurus administrasi pemulangan jenazah Miwan dari Malaysia ke tanah air.

“Benar, keluarga kami menerima kabar bahwa Miwan Putra telah meninggal dunia. Saat ini kami masih dalam proses mengurus pemulangan jenazah ke Indonesia, tepatnya ke kampung halamannya di Desa Talang Leak II, Kabupaten Lebong. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar proses pemulangan ini lancar,” jelas keluarga tersebut singkat.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Kronologi Mencekam: Harapan yang Padam di Tengah Jalan

Miwan Putra, yang kala itu sedang bekerja sebagai TKI di Malaysia, mengalami kecelakaan fatal pada 20 Maret 2026. Titik lokasi kejadian tepatnya belum dapat dirinci, namun dampaknya luar biasa. Ia sempat kritis dan tak sadarkan diri selama berminggu-minggu.

Setelah dinyatakan keluar dari masa kritis, keluarga sempat berharap Miwan akan segera pulih total. Namun nasib berkata lain. Perawatan jalan yang dijalaninya justru menjadi masa-masa terakhirnya. Pagi ini, sang pahlawan devisa itu mengakhiri perjuangannya jauh dari pangkuan istri dan anak-anaknya yang menanti di Lebong.

<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement