Dalam amanatnya, Bupati Azhari menekankan bahwa peringatan detik-detik proklamasi bukanlah sekadar rutinitas tahunan, melainkan pengingat historis akan harga mati yang telah dibayarkan oleh para pendahulu. Ia menyoroti tiga pilar utama yang harus dijaga di usia kemerdekaan yang ke-81 ini: persatuan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat.
“Perjuangan fisik telah usai, namun perjuangan melawan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan masih ada di depan mata. Para pahlawan kita telah merebut tanah air, kini tugas kita adalah mengisinya dengan karya, dedikasi, dan inovasi,” tegas H. Azhari dengan suara lantang yang terdengar hingga ke sudut-sudut lapangan.

Wakil Bupati Dalam Aksi Berbagi Selesai Upacar
Lebih lanjut, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Lebong itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerjemahkan semangat nasionalisme dalam tindakan konkret. Ia membeberkan sejumlah target pembangunan daerah yang terus digenjot, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar kecamatan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor pertanian dan pariwisata lokal.
“Kita ingin di usia 81 tahun ini, Lebong tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan budaya. Mari kita jaga kebersamaan. Perbedaan adalah rahmat, dan persatuan adalah harga mati untuk kemajuan Lebong,” tambahnya.
Mengokohkan Komitmen di Tahun Politik yang Damai
Bupati Azhari juga menyelipkan pesan penting terkait kondusivitas daerah menjelang agenda politik nasional dan lokal yang akan bergulir. Ia berharap peringatan HUT Kemerdekaan menjadi pelecut semangat untuk menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan, bukan perpecahan. “Jadikan demokrasi kita sebagai ajang adu gagasan, bukan adu kekuatan. Hanya dengan rukun, cita-cita Indonesia Maju dan Lebong Sejahtera bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Pj. Sekda Ikut Dalam Aksi Berbagi Selesai Upacara
Harapan dan Gema Dirgahayu


Komentar